Titiek: Inilah Alasan Pak Harto Diberi Gelar Bapak Pembangunan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

1.711

YOGYAKARTA — Ribuan warga Yogyakarta, memenuhi kawasan Moseum Memorial HM Soeharto di dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul untuk mengikuti puncak acara Pesta Rakyat dalam rangka mengenang bapak Pembangunan Indonesia, Sabtu (3/3/2018) malam.

Maret sebagai bulan pak Harto, karena di bulan inilah sejumlah peristiwa penting yang melibatkan pak Harto terjadi dan turut mempengaruhi sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Digelar sejak pagi dengan berbagai kegiatan lomba dan bazar UMKM, acara peringatan Pak Harto, dipuncaki dengan kegiatan pegelaran wayang nusantara yang menceritakan sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Putri ke 4 Presiden RI ke 2, Titiek Soeharto, mewakili keluarga besar menyatakan, kegiatan pesta rakyat dalam rangka memperingati Bapak Pembangunan Indonesia digelar sebagai wujud syukur atas semua yang telah dicapai negara di bawah kepemimpinan Pak Harto.

Selama 32 tahun memimpin Indonesia, Pak Harto telah banyak mencapai keberhasilan luar biasa bagi bangsa dan negara. Di antaranya berhasil meningkatkan ekonomi dari minus 2,5 persen pasa tahun 1963 menjadi 12 persen pada tahun 1969.

Titiek Soeharto menyerahkan tokoh wayang Pak Harto kepada dalang Catur Benyek Kuncoro yang menandai dimulainya penyelenggaraan wayang nusantara – foto: Jatmika H Kusmargana

Menurunkan inflasi dari 650 persen menjadi 12 persen. Membangun sektor pertanian dari awalnya sebagai negara pengimpor beras, menjadi negara yang mampu mencapai swasembada pangan, hingga mendapatkan penghargaan dari FAO pada tahun 1984.

Tak hanya itu Pak Harto juga berhasil sediakan kebutuhan papan, lewat program perum perumnas dan perumahan sederhana. Bahkan program ini menjadi rintisan program perumahan untuk rakyat menengah ke bawah dengan program KPR.

Pak Harto juga berhasil mengendalikan pertumbuhan penduduk lewat program Keluarga Berencana, hingga mendapatkan penghargaan dari PBB pada 1989. Di bidang pelayanan kesehatan Pak Harto berhasil melakukan terobosan dengan membangun puskesmas, pustu, puskel, hingga membangun rumah dinas untuk dokter. Termasuk juga membuat posyandu.

“Sejumlah capaian itulah yang membuat rakyat akhirnya memberikan gelar pada pak Harto sebagai bapak pembangunan Indonesia,” katanya.

Titiek Soeharto sendiri berharap agar masyarakat khususnya generasi muda dapat meneruskan apa yang telah dicapai pak Harto, dengan mencontoh hal baik yang telah dilakukan dengan disesuaikan masa sekarang.

“Saya berharap masyarakat dapat mengenang jasa Pak Harto dengan meneladani apa yang sudah dilakukan beliau selama hidup,” ujarnya.

bapak pembangunan indonesia 2
Ketua Yayasan Damandiri Subiyakto Tjakrawerdaja menyerahkan trofi piala dan uang pembinaan pada para pemenang lomba dalam rangka Pesta Rakyat, mengenang bapak Pembangunan Indonesia, HM Soeharto – foto: Jatmika H Kusmargana

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai dan meneladani orang-orang besar yang pernah berjasa bagi bangsa dan negara. Karena itu ia berharap agar seluruh masyarakat khususnya generasi muda dapat meneladani Pak Harto yang secara nyata telah berjasa bagi bangsa dan negara.

Selain dihadiri sejumlah warga masyarakat dari berbagai kalangan mulai, acara ini juga dihadiri sejumlah pimpinan dan pengurus 7 Yayasan Pak Harto, di antaranya Ketua Yayasan Damandiri Subiyakto Tjakrawerdaja, maupun ketua Yayasan lainnya.

Baca Juga
Lihat juga...