Titiek Soeharto Dorong Persoalan Ketersediaan Benih Unggul Jadi Perhatian Serius Pemerintah

Editor: Irvan Syafari

358

YOGYAKARTA — Anggota Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Haryadi, SE (Titiek Soeharto) mengaku kecewa dengan masih adanya perusahaan produsen benih, yang menjual produk dengan kualitas yang tidak sesuai label. Pasalnya hal itu jelas sangat merugikan petani baik dari sisi waktu, tenaga maupun biaya.

Titiek Soeharto mendorong agar persoalan ketersediaan benih unggul atau benih berkualitas ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah. Sehingga para petani kecil tidak lagi dirugikan dan menjadi korban.

“Saya ikut kecewa karena ini merugikan petani. Karena itu saya minta agar persoalan benih ini jadi perhatian pemerintah,” katanya saat berkunjung dan berdialog dengan para petani melon, di Dusun Karangasem, Sendangtirto, Brebah, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (03/03/2018).

Sebelumnya, di hadapan Titiek Soeharto, sejumlah petani melon mengeluhkan buruknya kualitas benih yang didapatkan petani. Di mana kualitas benih yang tumbuh ternyata tidak sama dengan keterangan label pada kemasan.

Selain daya tumbuhnya sangat rendah yakni hanya 20 persen, tanaman melon yang dihasilkan ternyata juga rentan terserang hama penyakit, hingga membuat petani merugi.

“Kita sudah langganan dengan salah satu produsen benih. Selama ini benih yang dihasilkan bagus. Tapi belakangan kualitas benih jauh menurun. Dari 100 benih hanya sekitar 20 yang bisa tumbuh baik. Banyak yang terserang penyakit kriting dan sebagainya. Padahal dalam kemasan tertulis benih sudah tersertifikasi,” papar salah seorang petani melon bernama Diono.

Para petani sendiri mengaku sudah berupa menghubungi pihak perusahaan produsen benih untuk mempertanyakan hal tersebut. Namun hingga saat ini hal itu belum bisa dilakukan, karena pihak perusahaan produsen benih sulit untuk dihubungi maupun ditemui.

“Kita tidak tahu mau mengadu ke mana. Padahal selama dua-tiga bulan ini kita sudah bekerja keras, dan mengeluarkan modal banyak, dengan harapan bisa mendapatkan panen melimpah. Namun ternyata tanaman melon yang dihasilkan tidak maksimal, sehingga kami harus merugi,” katanya.

Titiek Soeharto ikut memanen melon saat berkunjung dan berdialog dengan para petani melon, di Dusun Karangasem, Sendangtirto, Brebah, Sleman/Foto: Jatmika H Kusmargana.

Menanggapi keluhan petani tersebut, Titiek Soeharto sendiri mengaku akan ikut membantu melakukan komplain ke pihak perusahaan produsen benih bersangkutan, termasuk ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Titiek Soeharto juga mengaku akan berupaya membantu mencarikan benih berkualitas unggul.

“Nanti kita bantu mencarikan bibit unggul,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...