Titiek Soeharto Pimpin Upacara Wiwitan di Sleman

Editor: Koko Triarko

776

YOGYAKARTA – Siti Hediati Haryadi, didaulat memimpin upacara adat wiwitan bersama petani di Dusun Daratan III, Sendangarum, Minggir, Sleman, Jumat (9/3/2018).  Upacara wiwitan merupakan upacara adat yang biasa digelar petani untuk memulai panen raya sekaligus mengawali masa tanam padi berikutnya. 

Mengenakan caping dan membawa arit, Anggota Komisi IV DPR RI yang karib disapa Titiek Soeharto ini nampak berjalan bersama petani untuk menjalani setiap prosesi upacara wiwitan. Selain ikut memanjatkan doa syukur, Titiek Soeharto juga melakukan panen perdana untuk musim tanam kali ini.

Salah seorang petani, Kuntadi, mengaku bersyukur dengan hasil panen kali ini. Dari lahan seluas 600 meter persegi, ia mampu mendapatkan tiga kwintal gabah kering panen. Jumlah itu meningkat dari hasil panen sebelumnya yang hanya 2,5 kwintal.

Titiek Soeharto menunjukkan hasil panen padi petani di Dusun Daratan. -Foto: Jatmika H Kusmargana

“Untuk harga gabah, panenan kali ini  juga cukup bagus. Mencapai Rp5.300 per kilogram gabah panen, meningkat dari sebelumnya yang hanya sekitar Rp4.000,” katanya.

Pemuka desa setempat, Parman, yang memimpin prosesi upacara wiwitan, mengatakan upacara wiwitan digelar sebagai bentuk rasa syukur dan ucapan terima kasih para petani kepada Tuhan YME, atas hasil panen yang melimpah.

Sejumlah ubo rampe yang dipersembahkan berupa nasi tumpeng, ayam ingkung dan hasil bumi berupa pisang raja dalam upacara ini memiliki makna tersendiri.

“Nasi tumpeng adalah simbol ucapan terima kasih, ingkung simbol pengorbanan petani, sedangkan pisang raja merupakan simbol harapan hasil panen yang melimpah,” katanya.

Sementara itu, Titiek Soeharto, mengapresiasi kegiatan upacara wiwitan yang sudah menjadi tradisi dari para petani. Ia berharap, tradisi semacam ini dapat terus dilestarikan sebagai kearifan lokal masyarakat setempat.

Titiek Soeharto juga mendukung penuh upaya para petani dalam meningkatkan hasil panen selama ini.

Titiek Soeharto berdialog dengan petani Dusun Daratan. -Foto: Jatmika H Kusmargana

“Saya berharap, para petani di sini dapat membantu mewujudkan harapan pemerintah untuk mencapai swasembada pangan. Karena zaman Pak Harto dulu kita mampu. Dari yang awalnya kita sebagai negara pengimpor beras terbesar, menjadi swasembada. Bukan tidak mungkin kita bisa mencapai swasembada lagi. Yang terpenting adalah terus bekerja keras,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...