TNI Serahkan 50 Ton Beras ke Bulog Garut

330
Ilustrasi - Beras - Dok: CDN

BADUNG – Komando Distrik Militer (Kodim) 0611 Garut, menyerahkan 50 ton beras hasil serapan dari para petani di seluruh wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, ke Badan Urusan Logistik (Bulog) Garut, sebagai upaya TNI membantu Bulog dalam memenuhi cadangan beras secara nasional.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa kirim 50 ton beras, beras yang kita kirim hari ini merupakan hasil serapan dari petani di seluruh Kabupaten Garut yang sudah melaksanakan panen,” kata Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Inf. Asyraf Azis kepada wartawan di Garut, Senin (12/3/2018).

Ia menuturkan, TNI memiliki peran salah satunya menjaga ketahanan pangan, untuk itu, Kodim 0611 Garut berupaya membantu Bulog dalam proses penyerapan gabah, sehingga cadangan beras secara nasional tercukupi.

Beras yang diserahkan ke Bulog Garut itu, kata dia, telah melewati proses mulai dari serapan gabah dari para petani kemudian dilakukan pengolahan hingga menjadi beras yang layak dan dijual sesuai dengan harga pokok penjualan.

“Untuk beras yang kita jual ke Bulog ini merupakan jenis beras medium, yang harganya sesuai HPP (harga pembelian pemerintah) Rp8.760 per kilogramnya,” katanya.

Ia mengungkapkan, target awal penyerapan beras dari para petani pada 2018 sekitar 100 ton, bahkan diperkirakan akan melebihi target yang ditentukannya.

“Kita kan sekali kirim saja bisa mencapai 50 ton, jadi sangat mungkin lebih banyak, dan beberapa hari ke depan kita bisa kirim lagi, dan kalau sudah kita kirim 100 ton nanti akan membuat kontrak baru dengan Bulog,” katanya.

Ia menyampaikan, Kodim telah menerjunkan seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kabupaten Garut dalam meningkatkan produktivitas padi, kemudian melakukan kerjasama dengan pemilik penggilingan padi agar proses serapan gabah lebih baik dan berkualitas.

Upaya TNI itu, kata dia, merupakan perintah dari komando atas yang sebelumnya telah menjalin nota kesepahaman dengan sejumlah pihak untuk meningkatkan kebutuhan pangan secara nasional.

“Intinya, yang kita lakukan ini adalah sebagai upaya membantu Bulog dalam hal penyerapan gabah dari para petani agar kemudian cadangan beras nasional cukup,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...