banner lebaran

TNTP Ajak Nelayan Seruyan Lestarikan Penyu

207
Tukik penyu berjuang menuju lautan - Foto: Dokumentasi CDN

KUALA PEMBUANG – Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Wilayah II Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah mengajak nelayan di pesisir kabupaten tersebut bersama-sama menjaga kelestarian penyu sisik.

Kepala Seksi Pengolahan TNTP Wilayah II Kuala Pembuang, Seruyan Budi Suriansyah menyebut, ajakan selalu disampaikan ketika bertemu dengan para nelayan. “Setiap kali bertemu nelayan, kami selalu menyampaikan agar bersama-sama menjaga satwa laut dilindungi, khususnya penyu,” kata Budi, di Kuala Pembuang, Minggu (11/3/2018).

Nelayan yang beroperasi di wilayah Seruyan memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga kelestarian penyu sisik. Selama ini tidak sedikit penyu sisik ditemukan mati terkena jaring nelayan.

“Dalam berbagai kesempatan telah menyampaikan kepada nelayan agar tidak membunuh penyu saat terkena jaring, tapi melepaskan dengan cara memotong jaring yang terlilit pada penyu,” tambahnya.

Perairan laut Seruyan merupakan salah satu jalur perlintasan migrasi penyu sisik ke berbagai daerah di Indonesia. Kondisi kawasan pantai yang gelap, sunyi dan berpasir menjadikan daerah tersebut salah satu lokasi favorit penyu sisik bertelur. Banyak ditemukan telur penyu di wilayah pantai Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir.

Meski demikian, peningkatan aktivitas nelayan di perairan Seruyan, terutama nelayan kapal cumi-cumi yang berada bermil-mil dari bibir pantai membuat penyu sisik betina enggan untuk menepi dan bertelur. “Karena itu, nanti kami akan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas para nelayan,” tambahnya.

Perburuan menjadikan penyu sisik menjadi hewan langka dan semakin terancam kelestariannya. Dari semua penyu yang ada, penyu sisik merupakan penyu yang paling terancam kepunahannya walaupun tercatat menjadi penyu paling sering bertelur.

Eksploitasi telur penyu menjadi salah satu pendorong penurunan populasi yang lambat laun bisa menyebabkan kepunahan. Sementara penyu membutuhkan waktu lama untuk mencapai tingkat kematangan seksual agar bisa bereproduksi. Tidak semua telur penyu mampu berkembang menjadi tukik hingga menjadi penyu dewasa. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.