Tommy Soeharto: Kalau Negara Dikelola Baik, 15 Tahun Jadi Bangsa Maju

Editor: Satmoko

1.217

SOLO – Sebagai pendatang baru, Partai Berkarya langsung tancap gas dalam menentukan sikap terhadap Pemerintahan Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla. Partai binaan Hutomo Mandala Putra atau akrab disapa Tommy Soeharto ini menilai saat ini banyak rakyat yang tidak puas dengan berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah.

Bahkan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III Partai Berkarya yang diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah, Tommy Soeharto yang masih menjadi Dewan Pembina itu dengan lantang mengajak seluruh rakyat yang kecewa dengan pemerintahan ini untuk bergabung dengan dirinya. Kalau negara dikelola dengan baik, menurut Tommy Soeharto, 15 tahun sudah bisa menjadi bangsa yang maju.

“Semoga apa yang kita upayakan ini menjadi semangat, karena rakyat banyak yang kecewa dengan pemerintahan ini. Sehingga bisa bergabung dengan Partai Berkarya,” papar Tommy dalam sambutan Rapimnas, Sabtu (10/3/2018) petang.

Lebih lanjut Tommy mengatakan, sebagai partai baru, Berkarya harus cepat mengejar ketertinggalan untuk menghadapi Pemilu 2019, baik Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Presiden.

Tak terkecuali, helatan Pilkada 2018 juga menjadi pemanasan mesin partai untuk persiapan 2019. “Soal Pilkada kita harus bersikap menentukan siapa yang akan kita dukung, meskipun waktunya sangat singkat karena tinggal dua bulan. Tapi ini momentum bagi kita, bagi calon yang kita dukung,” jelasnya.

Apa pun risikonya, Partai Berkarya siap menanggung. Bahkan, jika calon kepala daerah yang didukung kalah, masih dapat bergabung dengan Partai Berkarya. “Meski gagal di eksekutif atau birokrasi, masih bisa gabung di legislatif,” sambung Tommy.

Oleh karena itu, Putra Bungsu Presiden ke 2 Indonesia, H.M Soeharto itu berharap untuk seluruh struktur partai mulai bersiap. Termasuk, kepengurusan di tingkat wilayah/provinsi untuk bisa seleksi terhadap calon atau kader yang berpotensi. Partai Berkarya menargetkan, setidaknya dalam pemilu 2019, mampu mendapatkan 3 kursi di masing-masing DPRD tingkat dua.

Dewan Pembina Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto menabuh gong tanda dimulainya Rapinmas ke III di Solo. Foto: Harun Alrosid

“Dari Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) harus bisa merumuskan. Partai Berkarya harus bisa merangkul pelaku usaha baik swasta maupun koperasi. Seperti di Semarang sudah ada paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang siap bergabung dengan Berkarya. Demikian juga di Kalimantan Timur ada pengusaha-pengusaha yang sukses yang juga bergabung dengan kita. Ini harus dikembangkan di daerah-daerah lain,” pintanya.

Di akhir sambutannya, Tommy menambahkan, sejumlah program yang tengah disiapkan Partai Berkarya untuk kemajuan Indonesia. Di antaranya menyiapkan kartu pintar yang dapat digunakan untuk bimbingan belajar bagi siswa SMP dan SMA sederajat.

Imej Bimbingan Belajar (Bimbel) yang harus mengeluarkan biaya banyak yang hanya bisa dinikmati mereka yang berkecukupan akan bisa terkikis. “Sehingga Bimbil ini bisa dinikmati siapa saja, dan biayanya bisa ditekan. Kita juga kenalkan belajar tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak, yakni belajar secara online di rumah, melalui pihak orang tua,” tambah dia.

Dengan dilakukan efisiensi di bidang pendidikan, ia yakin dapat memangkas pengeluaran negara dalam jumlah banyak dan dapat mengalihkan kepada peningkatan ekonomi kerakyatan. Dirinya berharap Partai Berkarya ke depan dipercaya memimpin bangsa Indonesia, sehingga bisa mengelola semua kebutuhan dengan baik.

“Kita berharap, kita dipercaya mengelola negara ini. Tentu kita bisa melakukan penghematan yang besar dan bisa digunakan untuk ekonomi kerakyatan. Utang yang saat ini sangat memberatkan, anak cucu kita yang akan menanggung utang yang besar itu. Dengan hutang yang sedemikian besar ini, kita juga tak tahu kapan negara kita jadi maju, jadi negara industri yang kuat, tangguh, dan petani yang mandiri. Ini jadi tantangan anak bangsa. Harusnya kalau negara dikelola baik dalam 15 tahun Indonesia bisa jadi negara maju,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...