UB Kembangkan Durian Unggul Lokal

Editor: Koko Triarko

496

MALANG — Selama 10 tahun terakhir, Durian Research Center (DRC) Universitas Brawijaya (UB) terus berupaya menemukan jenis-jenis durian unggul lokal, guna memperbaiki mutu genetis buah durian yang berada di kawasan Kecamatan Kasembon dan Ngantang. Beberapa jenis durian unggul juga telah ditemukan dan ditanam di lahan seluas dua hektare.

Koordinator DRC UB, Prof. Sumeru Ashari M. Agr. Sc. Ph.D., mengatakan, sejak 10 tahun yang lalu Fakultas Pertanian UB telah melakukan pengabdian masyarakat sekaligus bekerja sama dengan dua Kecamatan, yakni Kasembon dan Ngantang (BonTang). Di dua kawasan tersebut, dilakukan pelatihan nursery pembibitan durian sekaligus melakukan eksplorasi durian-durian unggul.

“Kami sudah melakukan penelitian serta pelatihan, dan kami juga sudah punya nurseryman atau penangkar bibit sebanyak 10 orang yang siap ditugasi untuk menyulap durian yang tidak enak menjadi durian enak, karena kami sudah punya teknologi untuk itu,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Agro Tecno Park UB, tersebut.

Dikatan Sumeru, koleksi durian unggul dari dua kecamatan tersebut saat ini sudah ditanam di lahan seluas dua hektare di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Dari 300 pohon durian yang ditanam, sekarang hanya tersisa 127 pohon saja yang masih hidup dan sudah mulai berbuah.

Menurutnya, tujuan dari penanaman koleksi jenis unggul durian adalah untuk menyelamatkan plasma nutfah jenis unggul lokal dan agar para petani bisa mengambil bibit dari kebun koleksi tersebut untuk kemudian digunakan mengganti durian mereka yang rasanya tidak enak.

“Harapan saya, kalau masyarakat atau petani sudah melihat buktinya durian unggul yang enak, mereka akan bisa menirunya. Karena memang harus ada buktinya dulu baru mereka mau meniru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sumeru mengaku bahwa sebenarnya jumlah jenis durian unggul sudah cukup banyak, hanya saja masih belum diberi nama dan belum didaftarkan. Harusnya jika sudah menemukan durian unggul harus didaftarkan dulu ke Pendaftaran Varietas Tanaman (PVT) untuk mendapatkan nomor dari menteri pertanian dan wajib untuk dikembangkan.

“Tinggal kami menunggu uluran baik dari Pemerintah Kabupaten Malang. Karena kalau sudah dirilis, wajib dikembangkan dan  di dalam syarat permohonan perilisan tersebut  harus ada kesanggupan dari kepala daerah untuk mengembangkannya,” ucapnya.

Bila  Bupati Malang mendukung, sambungnya, sepuluh tahun lagi Nagantang dan Kasembon akan menjadi pusat durian unggul nasional.

Sumeru juga menjelaskan, teknik menghasilkan durian yang unggul adalah dengan memotong bagian atas tanaman dan membiarkan bagian bawah tanaman untuk tetap hidup sampai muncul tunas baru untuk kemudian disambung dengan durian yang rasanya enak.

Dengan teknik itu, pertumbuhan tanaman durian akan semakin cepat dan cepat berbuah, karena akar pohonnya sudah kuat dan besar. “Dengan teknik seperti ini, usia tiga tahun pohon durian sudah bisa berbuah, karena akarnya sudah besar. Berbeda kalau kita menanam dari bibit kecil, baru bisa berbuah 6-7 tahun,” terangnya.

Hanya saja, katanya, sekarang masih banyak petani disana yang berpikir  jika pohon duriannya dipotong, maka tahun depan mereka tidak bisa panen durian untuk dijual, sehingga harus ada dana untuk mengganti pohon durian yang akan dipotong.

Padahal, dengan mereka merelakan pohon duriannya untuk dipotong, tiga tahun lagi para petani bisa panen durian dengan harga bisa sampai 10 kali lipat dari harga yang sekarang.

“Tapi, ada juga  petani yang sukarela pohonnya untuk dipotong dan tidak minta ganti rugi, karena petani ini sudah berpikiran jauh ke depan demi kemakmuran mereka sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...