Umat Hindu Bali di Yogaloka Persiapkan Pecaruan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

337

LAMPUNG — Jelang Hari Raya Nyepi 1940 Saka yang jatuh pada Sabtu (17/3) umat Hindu di dusun Yogaloka desa Sumur Kecamatan Sumur Lampung Selatan mulai melakukan berbagai persiapan untuk Sasih Kesanga yang sudah dimulai sejak Rabu (14/3).

Made Sudane, mangku yesi atau pinandita pemimpin upacara persembahyangan menyebutkan, rangkaian Nyepi diisi dengan Pelastian, Pecaruan, Pangrupukan dan Penyepian.

Made Sudane menyebut upacara Melasti yang akan dilakukan di pantai Pegelaman Yogaloka diikuti oleh sekitar 170 kepala keluarga, lebih kurang sebanyak 500 orang. Sementara untuk persiapan dipusatkan di perempatan agung.

“Kami tengah mempersiapkan sesaji dan peralatan persembahyangan dan akan dilakukan oleh seluruh umat di sini di perempatan agung dimulai dengan pecaruan,” beber Made Sudane, Jumat (16/3/2017).

Setelah pecaruan, umat Hindu melakukan persembahyangan di Pure Pusekh, dilanjutkan ke pura sanggah atau merajan atau pangrupukan kecil. Pasca doa bersama, umat Hindu akan melakukan persiapan untuk malam pangrupukan dengan mengarak ogoh ogoh sebanyak empat buah dari perempatan agung ke pralina ogoh ogoh atau pembakaran ogoh ogoh.

Sebelum proses pecaruan di pure Pusekh akan dilakukan pemukulan kentongan sebanyak delapan belas kali. Tanda kentongan tersebut dilakukan untuk mengundang umat yang akan melakukan doa pecaruan. Para wanita yang mempersiapkan banten dipimpin oleh Serati membawa semua jenis sesaji ke lokasi pecaruan.

Jelang Hari Raya Nyepi 1940 Saka ini Made Sudane menyebut dari informasi I Nyoman Muryadi selaku ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Ketapang ada sebanyak delapan lokasi desa adat di kecamatan Ketapang.

Made Sudane
Made Sudane, mangku yesi atau pinandita pemimpin upacara persembahyangan jelang Nyepi [Foto: Henk Widi]
Sebanyak delapan desa adat yang akan melaksanakan perarakan ogoh ogoh sebanyak 28 ogoh ogoh. Ogoh ogoh yang disiapkan di antaranya di Sidoluhur sebanyak 3, Sumbernadi 10, Legundi 3, Yogaloka 4, Setia Darma 1, Sripendowo 2, Tridarmayoga sebanyak 3, Bangunrejo 2.

“Sebelumnya ada festival ogoh ogoh namun pada tahun ini hanya tiap desa adat yang mengarak ogoh ogoh,” beber Made Sudana.

Pada dua tahun terakhir ia menyebut banyak anak anak yang dengan kreativitasnya membuat ogoh ogoh jelang Nyepi. Ogoh ogoh tersebut akan diarak saat malam pangrupukan dan akan dilakukan malam Penyepian mulai pukul 12.00 malam.

Catur Brata Penyepian atau larangan selama Nyepi akan dilakukan dengan Amati Geni atau tidak menyalakan api, Amati Lelanguan atau tidak melakukan kegiatan, Amati lelungan atau tidak boleh bepergian, Amati karya atau tidak bekerja.

Setelah Nyepi umat Hindu di Yogaloka akan melakukan doa di Pure Pusekh pada Minggu (18/3) dilanjutkan acara saling berkunjung. Made Sudane menyebut silaturahmi sekaligus memperingati keberhasilan melawan hawa nafsu atau enam musuh dalam diri atau sadripu. Setelah perayaan Nyepi umat Hindu akan dilakukan Dharmasanti.

Baca Juga
Lihat juga...