Umat Hindu di Lamsel Gelar Dharma Santi Hari Raya Nyepi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

430

LAMPUNG — Ribuan umat Hindu dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan menggelar acara Dharma Santi Hari Raya Nyepi 1940 di wantilan atau balai pertemuan Pura Segara Putih kecamatan Ketapang.

Acara Dharma Santi tersebut, menurut Wayan Sude sekaligus panitia dan ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), menjadi puncak dari kegiatan peringatan menjelang Hari Raya Nyepi 1940.

Kegiatan merupakan bagian dari beberapa prosesi dalam agama Hindu di antaranya Melasti, Tawur Agung Kesanga, Hari Raya Nyepi 1940 hingga Dharma Santi.

Setelah melakukan catur brata penyepian maka umat Hindu akan melakukan tradisi untuk bersilaturahmi dan memberi maaf kepada orang lain. Tradisi untuk saling memaafkan tersebut merupakan upaya menjaga harmonisasi antara manusia dengan manusia dan lingkungan serta dengan sang Pencipta.

“Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki kesempurnaan sehingga momentum Dharma Santi menjadi acara untuk saling memaafkan yang dilakukan setelah hari raya Nyepi,” terang Wayan Sude di wantilan Pura Segara Batu Putih, Senin (26/3/2018).

Selain membina kerukunan, pelaksanaan dharma santi pada tahun baru saka 1940 cukup istimewa karena bertepatan dengan peresmian wantilan serta fasilitas lain di areal peribadatan ibadah umat Hindu tersebut.

Selain dihadiri oleh ribuan umat Hindu perayaan Dharma Santi juga dihadiri oleh perwakilan dari perwakilan agama lain dalam forum kerukunanan umat beragama
(FKUB) Lampung Selatan, Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan serta sejumlah pejabat Pemkab Lamsel.

Sebanyak 60 orang perwakilan dari umat bergama lain dan sekaligus warga sekitar lokasi pura batu putih sekaligus menjadi dukungan keberagaman yang ada di Lampung Selatan.

Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan menyebut keberagaman di Lampung Selatan dalam bidang agama sangat dibanggakan. Sebab Lampung Selatan mencerminkan Bhineka Tunggal Ika yang menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dukungan kepada umat beragama disebutnya bahkan diberikan dengan memberikan bantuan dalam pembangunan rumah ibadah melalui Bagian Bina Mental Spritual (BMS).

Wayan Sude
Wayan Sude, ketua panitia dharma santi sekaligus ketua PHDI Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Selain memuji keberagaman agama di Lampung Selatan ia mengimbau agar antar umat beragama saling menghormati dan menghargai.

Melalui Dharma Santi Zainudin Hasan mengharapkan umat Hindu yang ada di Lampung Selatan bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan.

Selain mengikuti kegiatan Dharma Santi bupati Lampung Selatan yang juga ikut membantu pembangunan balai pertemuan (wantilan) sekaligus ikut meresmikan bangunan tersebut.

Selain peresmian wantilan Zainudin Hasan juga melakukan persemian fasilitas toilet bagi tempat ibadah umat Hindu tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...