UMM Lakukan Inovasi Agar Mahasiswa Melek Perpustakaan

Editor: Koko Triarko

202
Kepala Perpustakaan UMM, Asep Nurjaman. -Foto: Agus Nurchaliq

MALANG — Perpustakaan sebagai sarana informasi dalam bidang ilmiah, memiliki peranan yang tak kalah penting dengan unit-unit lain yang ada dalam sebuah perguruan tinggi. Bahkan, karena perannya yang sangat vital, perpustakaan disebut sebagai ‘jantung’ dari perguruan tinggi.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Asep Nurjaman, M.Si. Menurutnya, perpustakaan sebagai jantung perguruan tinggi memiliki peran yang amat penting dalam mendukung misi pendidikan di kampus tersebut.

Salah satu peran penting itu adalah membantu memfasilitasi dosen dan mahasiswa dalam mengemban pendidikan, khususnya dalam penyediaan sarana prasarana literatur untuk penulisan karya ilmiah. Karenanya, perpustakaan harus terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi dosen maupun mahasiswa, agar perpustakaan menjadi sosok yang sangat sentral untuk berkotribusi dalam pengembangan akademik di perguruan tinggi.

“Di perpustakaan UMM sendiri saat ini tengah melakukan pengembangan dari sisi infrastruktur, berupa digital library serta pemenuhan sarana literatur berupa buku dan jurnal. Selain itu, kami juga melakukan sosialisasi peningkatan kemampun akademik dan melaksanakan kelas Literasi Informasi (LI)’, katanya.

Menurut Asep, Literasi Informasi merupakan salah satu dari program yang sengaja dikembangkan dengan cara memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang cara melakukan sitasi, penelusuran jurnal, kemudian memberikan informasi mengenai buku-buku baru dan pengembangan dari teknik pembuatan jurnal dalam bentuk sitasi, yaitu berupa pemakaian softwere mendeley, zotero, dan endnote. 

“Semua pengetahuan tersebut kita sosialisasikan dan transfer kepada semua dosen maupun mahasiswa. Dan, kita juga sudah berupaya untuk meningkatkan pelayanan bagi mahasiswa dengan cara melakukan focus group discussion (FGD) kepada dosen, agar peran dan fungsi dari perpustakaan bisa lebih optimal, sehingga bisa dirasakan oleh dosen dan mahasiswa”, tandasnya.

Sedangkan bagi mahasiswa, sejak dari awal sudah diberikan pelatihan dasar mengenai literasi, cara untuk masuk ke perpustakaan yang menerapkan digital library, mulai dari cara mengakses, mendaftar maupun meminjam buku.

Saat ini perpustakaan UMM sudah menggunakan digital library dan terkoneksi dengan password tertentu, sehingga mahasiswa bisa mengakses literatur atau buku apa saja yang ada di dalam perpustakaan.

Setelah itu, ada kelanjutan untuk literasi dasar, yaitu berupa pembuatan kutipan, daftar isi otomatis, pengetahuan tentang plagiarisme agar mereka bisa terhindar dari plagiarisme.

“Inovasi-inovasi tersebut sengaja dihadirkan dengan tujuan, agar bisa memberikan kesadaran kepada mahasiswa untuk melek perpustakaan,” pungkasnya.

 

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.