UNESCO Dorong Pengembangan Konsep ESD di DIY  

Editor: Koko Triarko

323

YOGYAKARTA  – Organisasi Pendidikan Keilmuan dan Kebudayaan PBB,  UNESCO, mendorong perguruan tinggi di Asia Tenggara, termasuk DIY, untuk aktif menginisiasi pengembangan konsep pendidikan pembangunan berkelanjutan dalam kurikulum pendidikan tingkat dasar, menengah dan pendidikan tinggi. 

Dengan konsep ESD (Education for Sustainable Development) yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar ini, nantinya kegiatan belajar mengajar tidak lagi dilakukan lebih banyak di dalam kelas,  namun juga di luar kelas maupun di lapangan.

“Konsep ESD ini harus diinternalisasikan dalam bentuk silabus dalam kegiatan belajar dan mengajar. Salah satu bentuk realisasi konsep ini adalah proses belajar mengajar lebih banyak dilakukan di lapangan atau luar kelas,” kata Dosen Teknik Sipil UGM, Dr. Ir. Agus Maryono, dalam General Echo Workshop bertajuk ’Mengintegrasikan Konsep Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan pada Kurikulum Pendidikan Tinggi, Pendidikan Guru dan Pengabdian kepada Masyarakat di Indonesia, di UGM, belum lama ini.

Selain diharapkan akan mempercepat pencapaian dari 17 target Sustainable Development Goals (SDGs), penerapan konsep pendidikan pembangunan berkelanjutan ini juga akan membuat peserta didik lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat, dalam memahami berbagai persoalan untuk dicarikan solusinya.

“Dalam konsep ESD, ada tiga pilar yang ditekankan, yakni bidang sosial, ekonomi dan lingkungan. Ketiganya menjadi tiga pilar penting dalam konsep ESD,” katanya.

Menurut Agus, indikasi konsep ESD ini sudah berjalan dalam kurikulum adalah setiap aktivitas yang dilakukan para dosen, guru dan peserta didik selalu berkaitan era dengan konsep pendidikan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Ushio Miura, Programme Spesialist Unesco Bangkok, mengatakan, bahwa pendidikan tidak hanya sekedar mentransfer pengetahuan dan keterampilan pada peserta didik, namun juga mentransformasikan kemampuan bagi lulusan untuk selalu memiliki pemikiran untuk selalu berorientasi menyelesaikan persoalan sosial, ekonomi dan lingkungan.

“Mereka memiliki rasa ingin tahu, ingin melakukan dan ingin belajar mentransformasikan diri pada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, konsep pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan memerlukan inovasi dan partisipasi para pengajar untuk memotivasi peserta didik untuk berperan dan ambil bagian dalam program pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga
Lihat juga...