Usaha Tanaman Hias di Bali, Menjanjikan

381
Anggrek, ilustrasi -Dok: CDN

DENPASAR – Usaha tanaman hias di Kota Denpasar dan sekitarnya cukup menjanjikan, karena masyarakat mulai tertarik mengembangkan jenis tanaman di rumah mereka masing-masing, meskipun lahan pekarangan rumah di ibu kota Provinsi Bali itu umumnya sangat terbatas.

“Masyarakat umumnya memilih tanaman hias untuk menambah keasrian dan keindahan pekarangan rumah, di samping menghasilkan bunga yang dapat mereka petik sehari-hari untuk keperluan sembahyang,” kata Sugiono, salah seorang penjual tanaman hias di kawasan Jalan Ngurah Rai Tohpati Denpasar, Rabu, (28/3/2018).

Ia menjelaskan, tanaman hias yang dijual tersebut didatangkan dari Bandung, Jawa Barat, seperti Anggrek dijual seharga Rp2.000 sampai Rp2.500 per pohon, tanaman hias yang kecil seharga Rp2.500 sampai Rp3.000 per pohon.

Demikian pula tanaman hias jenis pucuk merah yang cocok ditanam di halaman rumah yang setiap saat berbunga dijual mulai harga Rp10.000 sampai Rp30.000 per pohon.

Sedangkan pemasok tanaman hias lokal hanya berupa Jepun Bali yang sudah jadi (sudah besar) dijual seharga Rp1 juta sampai Rp15 juta per pohon yang biasanya untuk hiasan villa atau hotel berbintang.

Namun, untuk Jepun yang bentuknya kurang bagus dan belum besar dijual seharga Rp900 ribu sampai Rp2 juta/pohon.

Selain itu, juga mendatangkan tanaman lokal di Bali, antara lain dari Marga, Kabupaten Tabanan, Ubud Kabupten Gianyar dan Karangasem.

Sugiono mengaku, berjualan setiap hari dari pagi hingga sore dengan hasil penjualan tidak menentu, namun minimal dapat Rp150.000, karena yang laku jenis tanaman hias yang murah dan kecil seperti bunga korumbusa mini dan bunga bulu ayam.

Kegiatan yang ditekuni sejak 2007 atau hampir sebelas tahun ini mengalami pasang surut. “Itu terjadi ketika proyek bangunan, hotel dan vila tidak ada dan pembeli sepi,” ujarnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...