Ustadz Oni: Adab dan Akhlak yang Baik Ciri Pribadi Muslim

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

209
Ustadz Dr. Oni Sahroni, M.A. (Foto Akhmad Sekhu)

JAKARTA — Ustadz Dr. Oni Sahroni, M.A. doktor pertama Indonesia bidang Fiqh Muqarin, lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir menyebutkan, adab dan akhlak yang baik merupakan ciri pribadi muslim.

“Kita perlu memerhatikan masalah adab dan akhlak, sebagaimana dulu para ulama salaf sangat perhatian sekali pada masalah adab dan akhlak, “ kata Ustadz Dr. Oni Sahroni, M.A. kepada Cendana News seusai mengisi acara Baitulmaal Sharing Session Fiqh Adab ‘Beginilah Seharusnya Akhlak Pribadi Muslim di Masjid Baitussalam Arthaloka Building, Jl. Sudirman No.2 Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Ustadz Oni menerangkan, para ulama salaf mengarahkan murid-muridnya untuk mempelajari adab sebelum menggeluti suatu bidang ilmu.

“Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy, yang menganjurkan pelajari adab sebelum mempelajari suatu ilmu, “ terangnya saat melakukan dakwah keliling ke masjid-masjid perkantoran untuk memperkaya dan menyegarkan kembali keilmuan agama Islam bagi karyawan yang muslim.

“Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata, bahwa dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu, “ tambahnya.

“Jangan sampai ada aktifitas, pekerjaan maupun pendapatan kita tidak sesuai syariah,” kata Ustadz Oni mengingatkan.

Lelaki kelahiran Serang-Banten, 26 November 1975, itu menegaskan agar cara pandang kita juga sebagaimana amanah dari AlQuran dan al-Hadist, tidak ekstrem kiri dan tidak ekstrim kanan, tapi sesuai dengan fatwa ulama, baik nasional maupun internasional.

“Cara pandang tentang bank syariah, tentang amil zakat, harusnya pertengahan sesuai dengan otoritas fatwa pada ulama,“ ungkapnya.

Kenyataan pendapatan zakat masyarakat menjadi sorotan Ustadz Oni dengan melihat potensi zakat semestinya di atas 200 trilyun, tapi realitas baru sekitar 3 trilyun jadi masih jauh banget.

“Para ulama mengatakan andaikan kemiskinan dimana-dimana maka itu bukti nyata bahwa kepedulian para hartawan masih lemah karena jumlah hartawan yang mau menyalurkan donasi bantuan maupun zakat masih sangat kecil,“ bebernya tampak prihatin.

Ustadz Oni mengajak masyarakat untuk semaksimal mungkin mau mengadakan kegiatan charity sebagai salah satu upaya andalan kita untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial dan kemiskinan, termasuk juga lembaga amil zakat dan seluruh pirantinya, termasuk edukasi.

“Maka program keliling masjid untuk mengedukasi menurut saya menjadi salah satu upaya strategis kita untuk mendidik dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa masalah zakat, charity dan pemberdayaan ini menjadi masalah strategis, “ paparnya.

Mengenai fenomena berita hoax yang mencuat di masyarakat akhir-akhir ini juga tak luput dari perhatian Ustadz Oni, bahwa umat islam diamanahkan oleh hadist untuk berkata jujur, berkata benar, termasuk juga menulis berita yang benar.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.