Vietnam dan PBB Bangun Rumah Tahan Badai

274
Ilustrasi Bendera Vietnam - Dokumentasi CDN

KUALALUMPUR – Ribuan keluarga Vietnam yang bermukim di pesisir rawan badai, akan menerima bantuan rumah bebas badai. Bantuan tersebut diklaim akan membantu mereka keluar dari kemiskinan.

Penduduk pesisir sangat rawan terdampak badai yang akhir-akhir ini semakin sering terjadi. Sebagian dari mereka terjebak dalam kemiskinan, tumpukan utang atau terpaksa menguras tabungan untuk membangun kembali rumah, usaha dan harta benda mereka.

“Terdapat hubungan erat kemiskinan dengan kemampuan mengumpulkan harta dan rumah adalah salah satu yang paling berharga. Jika kita bisa membantu mereka yang rawan terkena bencana ini mendapatkan rumah yang aman, maka hal itu tidak hanya melindungi kehidupan mereka, tapi juga aset dan usaha kecil mereka,” kata penasehat senior Program Pembangunan PBB (UNDP) Jenty Kirsch-Wood, Senin (12/3/2018).

Bekerjasama dengan Pemerintah Vietnam, UNDP berencana membangun 300 rumah tahan badai sampai akhir 2018 ini. Jumlah tersebut bagian dari rencana untuk membangun 4.000 unit rumah tahan badai hingga 2022 mendatang.

Rumah bantuan yang dibangun memiliki dua kamar dan dirancang secara sederhana. Kendati demikian, struktur bangunan lebih kuat karena dibangun untuk menghadapi badai. Rancangan tersebut antara lain bentuk loteng yang bisa melindungi dari banjir serta keberadaan atap yang kokoh dan penggunaan semen yang kuat.

Setiap rumah bantuan bernilai sekira 1.700 dolar AS, dan sejauh ini sudah 37 unit yang selesai dibangun di Provinsi Quang Ngai. Setelah diuji dan dipantau, skema rumah tersebut akan dikembangkan ke propinsi lain.

Direktur otoritas manajemen bencana setempat Doan Thi Tuyet Nga mengatakan, sepanjang 2017 Vietnam telah dihantam lebih dari 15 kali topan. Program perumahan tersebut merupakan bagian dari proyek bernilai 29,5 juta dolar AS yang didanai PBB, bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat di pesisir Vietnam akibat perubahan iklim.

Keluarga miskin akan menjadi target utama proyek tersebut dengan prioritas suku kecil, orang tua dan warga berkebutuhan khusus. Proyek tersebut juga termasuk peremajaan hutan bakau untuk melindungi daerah pesisir dari ancaman badai.

Menurut laporan tahunan Climate Risk Index, yang dikeluarkan lembaga penelitian Germanwatch, Vietnam adalah salah satu dari sepuluh negara paling sering terdampak perubahan cuaca. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...