banner lebaran

Wabup Flotim Dorong Riset Literasi Dukung Pembangunan

Editor: Koko Triarko

177

LARANTUKA – Literasi adalah salah satu cara memperoleh pengetahuan. Literasi tidak sekadar hanya membaca dan menulis, tetapi jauh dari itu, literasi harus menjadi sikap hidup.

“Literasi yang selama ini digerakkan oleh Agupena Flotim, sudah saatnya didorong ke arah riset. Hasil riset tentu sangat bermanfaat untuk pembangunan di daerah,” tegas  Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, Senin (12/3/2018).

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH. (depan) bersama Ketua Agupena Flotim, Maksimus Masan Kian. -Foto: Ebed de Rosary

Agus Boli menyampaikan apresiasinya kepada Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Flores Timur (Flotim) yang selama ini setia dalam menggerakkan literasi. Gerakan literasi selama ini yang telah dibangun secara terus-menerus oleh Agupena secara tidak langsung telah membantu pemerintah.

“Kita akan bersinergi dan bergerak bersama untuk merawat iklim ini. Quo Vadis literasi Flotim. Kita akan dorong melalui mata pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah untuk menggiatkan gerakan literasi di Flotim,” tuturnya.

Gerakan literasi terkhusus di sekolah, kata Agus Boli, secara langsung dapat membentuk karakter siswa dan mendorong peserta didik memanfaatkan potensi dirinya untuk berkreasi dan menghasilkan karya-karya yang inovatif.

“Literasi tidak saja baca dan tulis, tetapi bisa mengembangkan literasi ekonomi, finansial, kesehatan, juga literasi digital. Lebih dari itu, gerakan literasi  sudah saatnya didorong ke arah riset, sebab guru yang melakukan riset berdampak pada pengembangan pembangunan di daerah dan pemerintah siap membiayai,” sebutnya.

Maksimus Masan Kian, Ketua Agupena Flotim, kepada Cendana News menyampaikan siap menerima tantangan positif dari Wakil Bupati Flores Timur.

“Ini sebuah masukan yang sangat bagus untuk ditindaklanjuti, sekaligus menjadi sebuah tantangan bagi Agupena Flotim. Setelah ini, bersama teman-teman Agupena Flotim duduk bersama untuk merencanakan riset di daerah yang dapat dikontribusikan untuk pembangunan di daerah,” ungkapnya.

Tantangan ini, lanjut Maksi, juga akan membuka ruang belajar bagi Agupena Flotim untuk meningkatkan kualitas karya yang dihasilkan oleh para guru. Ini yang harus dilakukan ke depan, agar bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan, bukan hanya di NTT, namun juga di level nasional.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.