Warga tak Dapat KIS Diminta Lapor ke Pemda

Editor: Koko Triarko

296
Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno/Foto: M. Noli Hendra

PADANG — Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, meminta kepada masyarakat yang tergolong kurang mampu untuk melapor ke pemerintah daerah di kabupaten dan kota, jika belum menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

“Saya tidak ingin masyarakat di Sumatera Barat mendapat kesulitan saat berurusan dengan rumah sakit, karena tidak punya KIS, akibat dari besarnya biaya pengobatan yang harus dibayarkan, sementara pasien merupakan orang kurang mampu,” katanya, Kamis (8/3/2018).

Ia mengaku sering mendapatkan informasi dari media massa, bahwa ada pasien yang membutuhkan bantuan untuk membayar biaya rumah sakit, karena tidak punya KIS.

Karena itu, Irwan meminta kepada masyarakat kurang mampu yang belum mempunyai KIS, agar segera melapor ke pemerintah daerahnya.

Soal preminya, bisa ditanggung oleh pemerintah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di masing-masing daerah. Hitungan bayar preminya pun dilakukan per semeter atau satu kali selema enam bulan.

“Artinya, dalam setahun itu kita bayarkan preminya dirapel saja per enam bulan. Lagian aturannya sudah ada,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sumatera Barat, Abdul Gafar, mengatakan untuk alokasi penerima program keluarga harapan (PKH) di Sumatera Barat pada 2018 ini sebanyak 195.623 KK, dengan anggaran Rp369.728 miliar.

“Dari jumlah itu, masih ada 30 persen lagi yang belum mendapatkan PKH,” jelasnya.

Besaran PKH per keluarga Rp1.890.000 selama satu tahun, dengan empat tahapan. Sedangkan untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) jumlahnya berbeda sesuai jenjang pendidikan. Untuk SD Rp450.000,  SMP Rp750.000, dan Rp1 juta untuk jenjang pendidikan SMA.

Baca Juga
Lihat juga...