Wayang Republik Warnai Pesta Rakyat di Kemusuk

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

992

YOGYAKARTA — Titiek Soeharto dengan tulus berharap kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa mendoakan almarhum Pak Harto dan Ibu Tien, atas jasa-jasa besarnya semasa hidup, agar amal ibadah dan kebaikannya diterima di sisi-Nya.

Putri Presiden Soeharto tersebut kemudian menyambungnya dengan mengajak segenap yang hadir dalam acara pesta rakyat di Memorial Jenderal Besar HM Soeharto di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Sabtu (3/3/2018) malam ini, untuk membacakan surat Alfatiha.

Siti Hediati Haryadi mengatakan hal itu dalam sambutan pembukaan pesta rakyat yang diselenggarakan oleh delapan yayasan yang didirikan oleh HM Soeharto.

Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya mendampingi Titiek Soeharto, bersama Retnosari Widowati Harjojudanto dan Ketua Yayasan Dharmais, Indra Kartasasmita-koko (1)
Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya mendampingi Titiek Soeharto, bersama Retnosari Widowati Harjojudanto dan Ketua Yayasan Dharmais, Indra Kartasasmita- Foto: Koko Triarko

Hadir antara lain Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya, Ketua Yayasan Dharmais, Indra Kartasasmita, dan sejumlah pengurus yayasan seperti Retnosari Widowati Harjojudanto.

Pesta rakyat yang telah digelar sejak sore sebelumnya, malam ini dimeriahkan dengan pergelaran wayang republik dengan dalang Ki Catur Kuncoro, membawakan lakon Banjaran Jogja Istimewa. Lakon ini mengisahkan peran Yogyakarta dalam perjuangan merebut kemerdekaan, yang di dalamnya terdapat peran penting Pak Harto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949.

Titiek Soeharto mengatakan dalam sambutan, pesta rakyat dengan gelaran wayang kreasi berdurasi sekitar dua jam ini diadakan sebagai wujud rasa syukur keluarga atas pencapaian bangsa dan negara di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

Titiek Soeharto memberi sambutan pembukaan pesta rakyat-koko
Titiek Soeharto memberi sambutan pembukaan pesta rakyat – Foto: Koko Triarko

Putri Cendana ini menyebut, sejumlah keberhasilan Presiden Soeharto antara lain berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang hanya 2,25 persen di 1968 naik sebesar 12 persen dalam waktu setahun. Menurunkan tingkat inflasi dari 650 persen sebesar 12 persen dalam beberapa tahun pertama kepemimpinannya.

Berita terkait: Titiek: Inilah Alasan Pak Harto Diberi Gelar Bapak Pembangunan

Titiek Soeharto berharap, agar pemerintah saat ini dan yang akan datang bersedia meneruskan yang baik selama kepemimpinan beliau (HM Soeharto) mencontoh dan menyesuaikannya pada zamannya di Indonesia sebagai Bapak Pembangunan.

Selain sejumlah perwakilan jajaran pimpinan delapan yayasan, pesta rakyat ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan muspika.

Wabup Bantul mengatakan dalam sambutan, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa-jasa pahlawan dan para pendahulu.

Baca Juga
Lihat juga...