13 Negara Bahas Manajemen Risiko Bencana di Aceh

292
Penanganan bencana, ilustrasi -Dok: CDN

BANDA ACEH – Utusan dari 13 negara membahas manajemen risiko bencana dalam lokakarya internasional yang digelar oleh Kementerian Luar Negeri di Provinsi Aceh, hingga 26 April mendatang.

“Ada 13 peserta dari negara menghadiri pertemuan yang membahas manajemen risiko bencana di Aceh,” kata Pejabat Fungsional Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Dewi Savitri Wahab, di Banda Aceh, Kamis (19/4/2018).

Belasan peserta tersebut berasal dari kawasan Pasifik, Afrika, Eropa, Amerika Selatan, dan Karabia. Pertemuan tersebut juga membawa perubahan iklim yang kini menjadi bagian bencana global.

Dewi Savitri menyebutkan, dipilihnya Aceh menjadi tuan rumah lokakarya internasional tersebut, karena wilayah ujung barat Pulau Sumatera ini pernah mengalami bencana gempa dan tsunami dahsyat pada akhir 2004.

“Dari bencana tersebut, terbangun ketangguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi suatu bencana. Dari sinilah peserta akan berbagi pengalaman kebencanaan dengan Aceh,” kata dia.

Dewi Savitri menambahkan, pertemuan internasional tersebut digelar sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap kesiapsiagaan bencana. Apalagi, Indonesia termasuk wilayah rawan bencana.

Karena itu, Dewi Savitri berharap dari pertemuan ini akan melahirkan pemahaman bersama dalam membangun ketahanan masyarakat yang berkelanjutan dalam menghadapi suatu bencana serta mampu mengurangi dampak yang ditimbulkan.

“Apalagi, tantangan ke depan, yakni bencana perubahan iklim sedang dihadapi negara-negara kepulauan. Dari pertemuan ini diharapkan lahir konsep bersama dalam menghadapi bencana perubahan iklim tersebut,” pungkas Dewi Savitri Wahab. (Ant)

Baca Juga
Lebih 100 Rumah di Nigeria Hancur Diterjang Badai ABUJA – Satu orang dikonfirmasi tewas dan lebih dari 100 rumah hancur akibat diterjang badai di Daura, kota kelahiran Presiden Muhammadu Buhari di Neg...
Pemkot Banda Aceh Kerja Sama dengan Perusahaan Jep... BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh dan Artline Shachihata, perusahaan alat tulis kantor dan sekolah asal Nagoya, Jepang, menjalin kerja sama di b...
Pertahun 14 Juta Orang Kehilangan Rumah Karena Ben... LONDON – Sekitar 14 juta orang menjadi tunawisma setiap tahun akibat bencana, seperti, banjir dan badai. Bahkan tercatat, pertambahan pengungsi da...
Korban Tanah Longsor Dapat Bantuan Dana Melalui Po... DAKAR – Korban tanah longsor di ibu kota Sierra Leone, Freetown Agustus lalu mendapatkan bantuan yang disalurkan melalui telepon genggam atau ponsel. ...
Talim dan Doksuri Paksa Ratusan Ribu Warga China M... BEIJING - Sedikitnya 217 ribu jiwa warga Provinsi Zhejiang dan Provinsi Fujian China harus diungsikan akibat wilayahnya diterjang Topan Talim dan Doks...
Ratusan Orang Terhalang Longsor di Rusia Barat Day... MOSKOW - Lebih dari 500 orang, termasuk lebih dari 130 orang asing dari 10 negara lebih, terhalang lumpur longsor di satu daerah pegunungan di Republi...
Tas Motif Etnik Aceh Tembus Pasar Internasional LHOKSEUMAWE - Tas motif etnik Aceh hasil kelompok kerajinan binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, mampu menembus dan memukau pasar inte...