banner lebaran

15 Provinsi Sudah Lakukan Pembatasan Taksi Online

Editor: Mahadeva WS

226
Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Kementerian Perhubungan, Senin (2/4/2018) - Foto M Hajoran Pulungan

JAKARTA – Sudah ada 15 provinsi yang memberlakukan kebijakan penetapan pembatasan taksi online. Tercatat dari pembatasan di 15 daerah tersebut, ada sekira 90.000 kendaraan total yang bisa beroperasi menjadi taksi online.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan aturan baru bagi taksi online yang diatur dalam Peraturan Menteri (PM) Perhubungan No.108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Peraturan tersebut telah diterbitkan pada 1 November 2017 lalu.

“Berdasarkan inventarisasi kami di seluruh Indonesia, ada 15 wilayah sudah menetapkan kuota sebesar 90.000 angkutan sewa khusus keseluruhan yang sudah ditetapkan kuota,” sebut Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Senin (2/4/2018).

Semenjak diterbitkannya PM 108, semua gubernur menyambut baik adanya aturan kuota tersebut. Semua daerah langsung melakukan perhitungan kuota berdasarkan metode yang telah ditentukan sebelumnya oleh kementerian.

Sementara itu,  pasca mergernya dua layanan taksi online Grab-Uber di Asia Tenggara yang akan rampung beberapa bulan lagi, dipastikan tidak akan ada monopoli pasar. Hal itu menjawab kekhawatiran dan ketakutan sejumlah pengemudi kenderaan online baik roda dua maupun roda empat. “Antara Grab dan Gojek tidak ada monopoli pasar pasca mergernya Grab dan Uber. Jadi keduanya saling berdampingan, pengendara Gojek tak perlu takut,” ujar Budi.

Budi menyebut sudah memanggil pihak Grab dan sudah meminta penjelasan tentang upaya aplikator itu mematuhi prinsip persaingan usaha yang sehat dan ketentuan moratorium rekrutmen driver taksi online.  “Karena itu, kuota jumlah pengemudi untuk masing-masing aplikator transportasi online saat ini sedang kita atur ulang, agar tidak terjadi monopoli,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.