Akibat Tumpahan Minyak, Puluhan Nelayan Tidak Dapat Melaut

Editor: Irvan Syafari

309
Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Yosmianto-Foto: Ferry Cahyanti.

BALIKPAPAN — Tumpahan minyak yang mencemari perairan Teluk Balikpapan menyebabkan puluhan nelayan di kawasan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan tak dapat melaut. Akibat tidak melaut itu nelayan tak memperoleh pendapatan sementara dan pasokan ikan untuk kota Balikpapan berkurang.

Berdasarkan Data Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan terdapat 162 Kapal Milik Nelayan terdampak tumpahan minyak, renggek sebanyak 15 dan Keramba sebanyak 18 terkena tumpahan minyak. Untuk renggek dan keramba, nelayan harus membersihkan terlebih dahulu agar bisa digunakan kembali.

“Ada 162 kapal yang tidak bisa melaut karena daerah tangkapan di situ. Keramba 18, renggek ada 15 yang terkena minyak sehingga dibersihkan. Kapalnya itu rata-rata dengan kapal berukuran 2-5 Gross Ton (GT) atau kapal kecil,” ungkap Kepala Dinas Pangan, Perikanan dan Perikanan Balikpapan Yosmianto, saat ditemui Selasa, (3/4/2018).

Tidak melautnya nelayan itu menurutnya, otomatis akan mengurangi jumlah pasokan ikan yang dibutuhkan untuk masyarakat Balikpapan. Namun, kebutuhan ikan masyarakat masih dapat dipenuhi dari luar daerah.

“Ikan yang daerah lain masih melaut, hanya wilayahnya kampung baru saja yang tidak melaut. Otomatis pasokan kurang, tapi masih bisa dipenuhi daerah lain,” tandasnya.

Ketika disinggung mengenai dampak tumpahan minyak terhadap ikan, Yosmianto menjelaskan, saat ini belum diketahui karena belum dilakukan uji lebih jauh. Namun, pihaknya mengkhawatirkan apabila tumpahan minyak tidak segera dibersihkan akan menyebar ke wilayah timur.

“Daerahnya di pesisir cuma kita belum tahu seberapa jauh dampak ikan akibat tumpahan minyak itu. Kita belum ambil sampel, nanti kita akan ambil,” terangnya kepada awak media.

Dia juga mengharapkan pembersihan tumpahan minyak yang dilakukan di pesisir oleh tim segera selesai dan cepat ditanggulangi. Karena dikhawatirkan akan menyebar ke wilayah timur, mengingat di wilayah timur terdapat budi daya rumput laut.

“Khawatirnya jangan sampai ke timur dan berharap kerjanya cepat dalam melakukan pembersihan. Di sana ada budi daya rumput laut yang dikembangkan nelayan. Tapi sejauh ini masih sampai belakang Bandara Sepinggan lama,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu korban meninggal dunia dari 5 orang korban akibat tumpahan minyak yang menyebabkan kebakaran di Teluk Balikpapan pada Sabtu (31/3/2018) merupakan nelayan yang terdata oleh DPPP dan memiliki asuransi Jasindo.

“Korban nelayan yang meninggal bernama Suyono dan pemegang kartu nelayan aktif sebagai bendahara salah satu KUD, sehingga nantinya akan mendapatkan asuransi,” tambahnya.

Baca Juga
Lihat juga...