banner lebaran

Anak-anak Terima Telur Paskah Sesudah Ekaristi

Editor: Satmoko

222

LAMPUNG – Liturgi Ekaristi Kudus Hari Raya Paskah 2018 di gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus unit Pastoral Bakauheni diikuti oleh lebih dari tiga ratus umat dari berbagai stasi di wilayah tersebut.

Perayaan Paskah yang dipimpin oleh Pastor Wolfram Safari, Pr dengan tema “Bangkit dan Bersemangat Hidup Baru” tersebut menekankan harmonisasi dalam keluarga. Dalam homili atau khotbah Paskah pastor Wolfram Safari, Pr bahkan menyebut keluarga menjadi penentu kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik.

Penekanan pada nilai-nilai kehidupan keluarga yang harmonis disampaikan Pastor Wolfram Safari, Pr sekaligus pesan Paskah menjadikan tahun 2018 sebagai tahun keluarga.

Harmonisasi keluarga disebutnya bisa dicapai dengan peran serta ayah, ibu mengajak anak-anak sejak dini ikut ambil bagian dalam kegiatan gereja. Kegiatan sekolah minggu dengan kegiatan Bina Iman Anak (BIA) dan Bina Iman Remaja (BIR) serta Orang Muda Katolik (OMK) menjadi cara menanamkan iman Katolik sejak dini.

“Paskah adalah momen pertobatan dan syukur atas kebangkitan Kristus membuang hal-hal buruk dan lama dalam setiap pribadi dan keluarga, menanamkan nilai-nilai rohani yang baik sejak dini,” terang Pastor Wolfram Safari, Pr selaku pemimpin Ekaristi Kudus dalam homili atau khotbah hari raya Paskah di gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus, Minggu (1/4/2018).

Harmonisasi dalam keluarga diakui Pastor Wolfram Safari, Pr bisa tercapai atas dukungan dari pendamping dan pembina BIA, BIR dan OMK. Pertemuan sekolah minggu bagi anak anak usia TK hingga SD melalui BIA, anak-anak usia SMP melalui BIR dan anak-anak usia SMA serta remaja melalui OMK penting untuk menekankan pentingnya hidup harmonis.

Pastor Wolfram Safari, Pr pemimpin perayaan Hari Raya Paskah 2018 di gereja Santo Petrus dan Paulus [Foto: Henk Widi]
Pada zaman modern yang ditandai pesatnya informasi melalui internet dan media sosial harus dibentengi dari pengaruh negatif.

Ia juga mengapresiasi setiap pembimbing BIA, BIR dan OMK yang tanpa kenal lelah mendukung perkembangan generasi muda sejak dini. Selain menanamkan nilai positif keimanan Katolik generasi muda juga diajak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan masyarakat sebagai bagian dalam keluarga.

Semangat Paskah 2018 untuk bangkit dan keluar dari cangkang keegoisan bahkan diperlihatkan dengan simbol telur Paskah.

Pastor Wolfram, Pr yang menyebut perayaan Paskah kerap dinanti anak-anak karena ada pembagian telur Paskah harus ikut dimaknai orang dewasa. Telur Paskah yang melambangkan cangkang keras dan mengurung isi sebagai simbol perjuangan dari kungkungan kematian dan dosa menuju hidup yang lebih baik.

Harmonisasi keluarga dalam retret agung Gereja Katolik Dioes Tanjungkarang Lampung juga terus diperlihatkan pada perayaan Paskah tahun 2018 tersebut.

Seusai liturgi Ekaristi hari raya Paskah, ratusan umat mendapat berkah meriah yang berbeda dari pada perayaan Ekaristi yang digelar setiap hari Minggu. Berkat meriah tersebut juga diberikan kepada anak-anak melalui pemberkatan anak-anak serta pembaharuan janji baptis.

Seusai berkat meriah umat yang mengikuti perayaan Ekaristi hari raya Paskah saling mengucapkan selamat Paskah dilanjutkan kegiatan anak-anak BIA.

Vina, salah satu pembimbing bina iman anak Katolik menyediakan seratus lebih telur Paskah, makanan dan minuman ringan yang dibagikan sesudah perayaan Paskah [Foto: Henk Widi]
Vina, selaku pembina Bina Iman Anak Katolik menyebut sesuai tradisi seusai perayaan Paskah anak-anak menerima pembagian telur Paskah. Sebanyak 100 lebih telur Paskah disediakan dalam kondisi matang dan siap dimakan lengkap dengan tambahan makanan ringan dan minuman bagi anak-anak.

Ia menyebut seperti tahun sebelumnya makna telur Paskah selalu diterangkan bagi anak-anak sebagai simbol kebangkitan Yesus Kristus.

Tahun sebelumnya, seusai perayaan Paskah anak-anak yang tergabung dalam BIA, BIR dan OMK kerap menghias telur Paskah dengan pewarna. Selain itu kegiatan pencarian telur Paskah juga dilakukan di sekitar lingkungan gereja. Kegiatan tersebut diakuinya pada tahun ini ditiadakan dan diganti dengan pembagian telur Paskah secara langsung.

“Esensi pembagian telur Paskah menjadi perayaan suka cita Paskah menyambut kebangkitan Yesus Kristus dan ditanamkan dalam diri anak-anak sejak dini,” terang Vina.

Kebahagiaan dan kegembiraan Paskah dalam diri anak-anak tersebut diakuinya sekaligus menjadi awal keharmonisan keluarga. Pembagian telur Paskah yang melibatkan para orang tua disebut Vina sekaligus mengajarkan anak-anak mengenal sejumlah tradisi gereja Katolik.

Selain pembagian telur Paskah, seusai perayaan ekaristi Paskah umat juga melakukan kegiatan makan bersama menyimbolkan kebersamaan.

Kebersamaan dalam makan bersama dan mendapat telur Paskah diakui Vina cukup istimewa di gereja Santo Petrus dan Paulus. Sebab sebagian umat merupakan pekerja yang akan pulang dan bisa bertemu pada saat perayaan Natal dan Paskah.

Beberapa umat diakui Vina yang bekerja di luar Lampung mudik dan pulang kampung bisa bertemu dan mempererat persaudaraan sebagai keluarga satu gereja.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.