banner lebaran

Asprindo Bakal Hadir di Kalsel

Editor: Irvan Syafari

503

BANJARMASIN — Satu lagi organisasi pengusaha di Indonesia akan hadir di Banua. Organisasi yang bernama Asosiasi Pengusaha Bumi Putera Nusantara Indonesia (Asprindo) siap menambah deretan organisasi pengusaha yang sudah lebih dulu eksis di Kalsel.

Penerima mandat pembentukan Asprindo di Kalsel Aulia Rahman mengatakan, pihaknya akan segera melakukan perekrutan anggota agar organisasi ini bisa segera terbentuk dan dikukuhkan oleh pengurus Asprindo Pusat.

“Jika ditanya apa perbedaan Asprindo dengan organisasi lainnya, jelas sangat berbeda. Karena organisasi ini bukan hanya wadah perkumpulan pengusaha biasa, namun bisa membuat pengusaha yang menjadi anggota naik kasta menjadi pengusaha kelas internasional,” katanya, Kamis (19/4/2018).

Organisasi Asprindo sendiri ungkap Aulia, lebih berfokus untuk mendorong berbagai usaha anggota bisa masuk ke pasar ekspor. Dengan jaringan pengurus pusat yang banyak didominasi oleh perwakilan kedutaan luar negeri dari Indonesia, diharapkan mampu banyak membantu pengusaha lokal memasarkan produk dan jasanya ke pasar internasional.

“Selain kedutaan luar negeri, banyak pula pengurus Asprindo Pusat yang merupakan pengusaha kawakan di Indonesia, salah satunya Sutrisno Bachir,” ungkap Owner PT Trimandiri tersebut.

Ditambahkan Aulia, Asprindo sendiri susunan kepengurusannya terdiri dari sekitar 17 bidang usaha. Artinya organisasi ini tidak terbatas pada bidang usaha tertentu saja, jadi berbagai pengusaha bisa bergabung dan mendapatkan manfaat dari organisasi ini.

“Mulai dari pengusaha di bidang pertambangan, perkebunan, pengadaan barang dan jasa hingga UMKM bisa bergabung di Asprindo. Karena itulah kita optimis dengan hadirnya Asprindo bisa diterima oleh pengusaha di Kalsel,” tegasnya.

Sementara itu sebelumnya, Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan berharap, ke depannya semua pihak harus ikut terlibat untuk mendorong geliat ekonomi Kalsel tidak hanya terfokus pada sektor pertambangan saja.

“Baik itu Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, Bank Indonesia, Organisasi Pengusaha hingga sektor swasta lainnya harus ikut bersama-sama mendorong sektor ekonomi alternatif hadir di Kalsel. Sebab kalau kita terus-terusan mengandalkan pertambangan tentunya tidak akan bertahan lama,” tegasnya.

Sudah banyak ungkap Rudy daerah hingga negara yang dulunya berjaya sektor tambangnya, kini menjadi daerah yang miskin dan hancur pertumbuhan ekonominya. Kalau Kalsel tidak ingin bernasib sama, tentunya harus berbenah mulai sekarang.

“Kita ini sebenarnya punya banyak sektor alternatif selain pertambangan, baik itu perkebunan, pertanian hingga pariwisata. Sektor tersebutlah yang harus kita benahi bersama, agar ke depan bisa menjadi pengganti penopang ekonomi Kalsel di masa depan,” pungkasnya

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.