Bantuan Rumah Bu Wasijem di Bantul Segera Dibangun

233
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto, -Dok: CDN

YOGYAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, menyatakan bantuan pembangunan rumah kepada Wasijem yang rumahnya roboh nantinya harus dapat melindungi penghuni dari terpaan bencana.

“Walaupun tidak begitu luas, tapi rumah yang akan dibangun ini nanti harus kuat, mampu melindungi Bu Wasijem dari terpaan bencana yang dimungkinkan setiap saat bisa terjadi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto, di Bantul, Kamis (19/4/2018).

Rumah milik Wasijem (60) di pedukuhan Gunting, Desa Gilangharjo roboh rata dengan tanah akibat lapuk karena usia pada Senin (16/4). Merespon kejadian itu, pemerintah daerah bersama BPBD Bantul sudah mengunjungi lokasi untuk memberikan bantuan pada Rabu (18/4).

Dwi mengatakan, bantuan pembangunan rumah itu sebagai bentuk perhatian pemda kepada warga Bantul, apalagi dari sisi usia, pemilik rumah tersebut sudah tidak mungkin lagi membangun rumahnya kembali tanpa bantuan pemerintah.

“Karena itu, kami merespon dengan memberikan bantuan berupa stimulan bahan bangunan, baik itu semen, batu putih, batu merah, pasir besi sama seng. Kalau kayu-kayu masih bisa dimanfaatkan untuk proses pembangunannya itu,” katanya.

Menurut dia, total jumlah bantuan bahan bangunan kepada pemilik rumah roboh tersebut senilai Rp5 jutaan, tetapi dengan model rumah kotangan dan tidak terlalu luas mudah-mudahan bisa untuk mewujudkan bangunan yang layak dihuni.

“Kalau bantuan tidak seberapa hanya Rp5 juta, tetapi nanti juga ada bantuan dari desa, dari Baznas dan berbagai sumber yang bisa mewujudkan bangunan layak huni, layak ditempati dan layak berkembang. Harapan kita seperti itu,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk pekerjaan pembangunan rumah tersebut dimulai pada pekan ini yang ditargetkan selesai dalam satu bulan. Pekerjaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan tenaga masyarakat setempat.

“Karena pembangunan sistem gotong royong nanti kita dukung logistik, harapan kita secepatnya bisa segera diselesaikan, karena kita tahu tidur di tenda itu tidak nyaman. Paling lama satu bulan nanti mudah-mudahan sudah bisa ditempati,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Parpol Diimbau Serahkan Daftar Tim Kampanye YOGYAKARTA - Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bantul, mengimbau semua partai politik peserta Pemilu 2019 menyerahkan daftar tim kampanye dan jadwal pel...
Bawaslu Kulon Progo Cermati Dana Kampanye Parpol YOGYAKARTA - Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Kulon Progo, mulai melakukan pencermatan rekening laporan awal dana kampanye dan rekening khusus dana kam...
Jumlah TPS Pemilu 2019 di Sleman, Bertambah YOGYAKARTA - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sleman, menyebut ada peningkatan jumlah tempat pemungutan suara di wilayahnya pada Pemilu 2019. "Pada Pe...
Bawaslu Ajak Masyarakat Bantu Awasi Kampanye di Me... YOGYAKARTA --- Badan Pengawas Pemilu Daerah Istimewa Yogyakarta, mengajak masyarakat mulai membantu mengawasi kampanye di media sosial sejak masa kamp...
DIY Gelar Workshop Pewarna Alami Batik BANTUL – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar workshop tentang pewarnaan alami pada batik. Workhsop pewa...
Penempatan Posko Damkar di Barat Altar Belum Diput... YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta, masih menunggu ketetapan dari Keraton Yogyakarta terkait persetujuan usulan penempatan posko pemadam kebakara...
KPU Bantul Coret 1.850 Pemilih dari DPT BANTUL --- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencoret sebanyak 1.850 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2019 y...