banner lebaran

Bantuan Rumah Bu Wasijem di Bantul Segera Dibangun

203
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto, -Dok: CDN

YOGYAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, menyatakan bantuan pembangunan rumah kepada Wasijem yang rumahnya roboh nantinya harus dapat melindungi penghuni dari terpaan bencana.

“Walaupun tidak begitu luas, tapi rumah yang akan dibangun ini nanti harus kuat, mampu melindungi Bu Wasijem dari terpaan bencana yang dimungkinkan setiap saat bisa terjadi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto, di Bantul, Kamis (19/4/2018).

Rumah milik Wasijem (60) di pedukuhan Gunting, Desa Gilangharjo roboh rata dengan tanah akibat lapuk karena usia pada Senin (16/4). Merespon kejadian itu, pemerintah daerah bersama BPBD Bantul sudah mengunjungi lokasi untuk memberikan bantuan pada Rabu (18/4).

Dwi mengatakan, bantuan pembangunan rumah itu sebagai bentuk perhatian pemda kepada warga Bantul, apalagi dari sisi usia, pemilik rumah tersebut sudah tidak mungkin lagi membangun rumahnya kembali tanpa bantuan pemerintah.

“Karena itu, kami merespon dengan memberikan bantuan berupa stimulan bahan bangunan, baik itu semen, batu putih, batu merah, pasir besi sama seng. Kalau kayu-kayu masih bisa dimanfaatkan untuk proses pembangunannya itu,” katanya.

Menurut dia, total jumlah bantuan bahan bangunan kepada pemilik rumah roboh tersebut senilai Rp5 jutaan, tetapi dengan model rumah kotangan dan tidak terlalu luas mudah-mudahan bisa untuk mewujudkan bangunan yang layak dihuni.

“Kalau bantuan tidak seberapa hanya Rp5 juta, tetapi nanti juga ada bantuan dari desa, dari Baznas dan berbagai sumber yang bisa mewujudkan bangunan layak huni, layak ditempati dan layak berkembang. Harapan kita seperti itu,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk pekerjaan pembangunan rumah tersebut dimulai pada pekan ini yang ditargetkan selesai dalam satu bulan. Pekerjaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan tenaga masyarakat setempat.

“Karena pembangunan sistem gotong royong nanti kita dukung logistik, harapan kita secepatnya bisa segera diselesaikan, karena kita tahu tidur di tenda itu tidak nyaman. Paling lama satu bulan nanti mudah-mudahan sudah bisa ditempati,” katanya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.