Bantul Gencarkan OTT Pembuang Sampah Sembarangan

315
Wabup Bantul, Abdul Halim Muslih -Dok: CDN

YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten Bantul terus menggencarkan operasi tangkap tangan terhadap pembuang sampah sembarangan sebagai bagian dari upaya pembudayaan masyarakat akan kebersihan lingkungan.

“Tempo hari OTT (operasi tangkap tangan) sampah di Bantul sudah kita laksanakan dan ini akan terus kita laksanakan, tujuan utamanya adalah pembudayaan,” kata Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, di Bantul, Rabu (4/4/2018).

OTT pembuang sampah sembarangan itu dilakukan satgas (tatuan tugas) gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, dan setidaknya sudah ada beberapa yang terkena OTT sampah.

Ia mengatakan, OTT pembuang sampah terus dilakukan karena masalah sampah disadari bukan hanya masalah sarana dan prasarana, tetapi ternyata jauh lebih penting dari itu semua adalah justru pembudayaan.

“Jadi, budaya itu bagaimana warga Bantul punya kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan menghargai lingkungan, jadi membuang sampah di sungai itu sebuah bentuk kebodohan. Lha, sungai kok dijadikan tempat sampah ini kan kebodohan,” katanya.

Ia mengatakan, membuang sampah di sungai atau tidak pada tempatnya bisa mengancam lingkungan dalam jangka panjang, sehingga yang juga perlu dilakukan adalah dengan membangun kebudayaan masyarakat itu.

“Karena percuma kalau sarana prasarana yang lengkap itu tidak dibarengi dengan kebudayaan tentang hidup yang tertib, hidup yang lebih menghargai lingkungan,” katanya.

Ia menjelaskan, OTT pembuang sampah itu sampai dengan saat ini dari pihak pemerintah daerah belum berpikir akan memproses secara hukum terhadap pelaku, melainkan dengan pembinaan dan langkah-langkah persuasif.

“Makanya, akan kita tradisikan terus menerus OTT sampah ini, setelah semuanya menyadari dan tidak ada lagi orang membuang sampah di sungai, saat itu pulalah kita akan menerapkan ketentuan proyustisia, siapa pun itu, karena dalam perda memungkinkan untuk diproses secara hukum,” katanya.

Tetapi, dalam upaya mewujudkan Bantul bebas sampah dan memelihara kelestarian lingkungan jangka panjang, pihaknya tidak ingin memperbanyak orang yang terkena kasus hukum terkait dengan sampah.

“Ini pembinaan dan langkah persuasif perlu, intinya kita akan terus melakukan OTT sampah dari sungai ke sungai, dari sudut kota ke sudut lain tanpa pemberitahuan terlebih dulu,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Tangkal Hama, Petani Didorong Lakukan Gerakan Pena... KULON PROGO --- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan Yogyakarta mendorong petani Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Isti...
Sekolah di Surabaya Diharap Kendalikan Sampah Plas... SURABAYA - Salah satu organisasi lingkungan hidup, Tunas Hijau, mengharapkan semua sekolah di Kota Surabaya, Jawa Timur, mampu mengendalikan sampah pl...
KPH Dibangun Untuk Selamatkan Hutan Kritis YOGYAKARTA - Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ida Bagus Putera Prathama, mengat...
Pancaroba, BPBD Masih Salurkan Bantuan Air BANTUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah kesu...
88 Tempat Sampah Liar di Bekasi, Ditutup BEKASI - Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jawa Barat, telah menutup 88 tempat pembuangan sampah liar yang tersebar merata di 12 kecamatan setempat,...
Lacak Balak, Upaya Melacak Asal Kayu YOGYAKARTA - Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) melakukan kegiatan uji coba pendataan po...
Pembangunan Peternakan Ayam di Gunung Sewu, Dihent... GUNUNGKIDUL --- Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghentikan sementara kegiatan pembangunan usaha ternak ayam yang dijal...