banner lebaran

BPP Jambi Gelar Pelatihan Tanam Bawang Putih

186
Bawang putih, ilustrasi -Dok: CDN

JAMBI – Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi menggelar pelatihan tematik tanaman bawang putih bagi petani di BPP Lembah Gumati Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, 17-20 April 2018.

“Saat ini, BPP Jambi tengah menggenjot pelatihan baik bagi penyuluh maupun petani. Pelatihan tematik untuk per komoditas kita dorong di beberapa daerah,” kata Kepala BPP Jambi, Muhammad Syarip, ketika dihubungi dari Jambi, Kamis (19/4/2018).

Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, BPP Jambi menggelar pelatihan tematik bawah putih angkatan I atau angkatan pertama yang digelar di Kabupaten Solok. Dipilihnya daerah itu karena merupakan salah satu kawasan pertanian yang potensial dalam produksi bawang putih.

Pembukaan kegiatan pelatihan tematik itu dibuka oleh widyaiswara madya BPP Jambi, Dr. Joni Jafri MSc. Pelatihan di dalam kelas dan praktik tersebut diikuti oleh 30 petani setempat.

Selama empat hari, para peserta mendapat materi pelatihan dan pemaparan tentang pertanian bawang putih.

“Pelatihan tematik itu perlu dilakukan, sehingga para petani dan juga penyuluh bisa lebih efektif lagi dalam meningkatkan produktivitas produksinya,” kata Muhammad Syarip.

Sejumlah widyaiswara dari BPP Jambi dan badan penyuluhan di daerah dikerahkan untuk memberikan materinya sesuai dengan ilmu dan spesifikasi keahliannya di bidang pertanian.

Ia menyebutkan, setelah digelar angkatan pertama untuk pelatihan tematik itu, kemudian akan dievaluasi efektifitasnya untuk kemudian menjadi masukan untuk penyelenggaraan pelatihan angkatan berikutnya yang dilakukan secara berkesinambungan.

“Targetnya, agar pengetahuan penyuluh tetap up to date dan petani juga bertambah pengetahuannya tentang penanaman jenis komoditas itu. Petani sebenarnya sudah terbiasa menanam, tapi tentu ada permasalahan dan kendala, melalui kegiatan pelatihan ini kita fasilitasi,” katanya.

Selain itu juga, kata dia, pascapelatihan tersebut diharapkan para petani bisa menularkan ilmu yang diperolehnya kepada petani lainnya.

“Jadi, mereka menularkan dan menyampaikan ilmu yang diperoleh dari pelatihan itu kepada petani lainnya, itu jelas sangat positif, hasilnya bisa lebih masif dan lebih dirasakan oleh petani di daerah itu,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.