BPS: Inflasi Maret 2018 Masih Terkendali

Editor: Koko Triarko

335

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS), melaporkan sepanjang Maret 2018 Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,20 persen. Secara keseluruhan, inflasi bulan ini masih tergolong rendah atau masih terkendali.

Sementara itu, jika dilihat berdasarkan Inflasi Tahun Kalender (Maret 2018 terhadap Desember 2017) dilaporkan sebesar 0,99 persen. Sedangkan Inflasi Tahun ke Tahun atau Year on Year (YoY) (Maret 2017 sampai Maret 2018) dilaporkan sebesar 3.40 persen.

Kepala BPS Pusat , Suhariyanto, menyebutkan, bahwa dari pengamatan BPS di 82 Kota Indeks Harga Konsumen (IHK), 57 Kota IHK mengalami inflasi, sedangkan 25 Kota IHK lainnya deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 2,1 persen, sedangkan terendah terjadi di Sumenep, sebesar 0,01 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar -2,30 persen, sedangkan terendah terjadi di Bulukumba sebesar -0,01 persen.

“Inflasi Indonesia sepanjang Maret 2018 yang hanya sebesar 0,20 persen tersebut bisa dibilang masih terjaga dan terkendali. Semoga nilai inflasi yang rendah masih tetap bertahan hingga memasuki bulan puasa maupun Lebaran 2018”, katanya, di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Suhariiyanto juga menjelaskan, bahwa ada beberapa kelompok pemgeluaran yang menyebabkan terjadinya inflasi sepanjang Maret 2018. Yakni, kelompok Bahan Makanan sebesar 0,14 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,26 persen.

Selanjutnya adalah kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,06 persen.

Kelompok  Sandang sebesar 0,36 persen,  kelompok Kesehatan sebesar 0,37 dan kelompok  Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga sebesar 0,07 persen dan kelompok  Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,28 persen.

Jika dilihat berdasarkan Inflasi Komponen Inti, dilaporkan sebesar 0,76 persen. Sedangkan jika dilihat berdasarkan tingkat Inflasi Komponen Inti berdasarkan tahun ke tahun atau YoY antara Maret 2017 sampai Maret 2028 dilaporkan sebesar 2,67 persen.

Baca Juga
Pemusik Bisa Selami Industri Kreatif dalam Forum W... JAKARTA --- Musisi Indonesia sekaligus gitaris grup Slank, Abdee Negara, mengatakan pemusik Indonesia bisa menyelami seluk beluk industri kreatif deng...
Investasi Singapura di Indonesia Naik 38 Persen JAKARTA --- Nilai investasi Singapura di Indonesia pada semester I/2018 tercatat sebesar 5,04 miliar dolar AS atau naik 38 persen dibandingkan periode...
IGJ: Penguatan Industri Nasional Solusi Ketidakpas... JAKARTA --- Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) Rachmi Hertanti menyatakan bahwa penguatan daya saing industri nasional merupakan so...
Rupiah Akhir Pekan Menguat Jadi Rp14.791 JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan sore ini bergerak menguat sebesar 58 poin menjadi Rp...
Akurasi Data Proyeksi Produksi Beras Harus Tepat JAKARTA --- Menteri Koordinator Bidang Perekonomaian, Darmin Nasution, menyatakan data proyeksi produksi beras yang dikeluarkan oleh Kementerian Perta...
Angka Impor dari Tiongkok Terbesar di Jambi JAMBI - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, mencatat angka transaksi impor terbesar Jambi pada Juli 2018 adalah dari Tiongkok, mencapai 35,33 ...
Pemerintah Dalami Ulang Dampak Penerapan Biodiesel... JAKARTA --- Pemerintah mendalami ulang dampak perluasan penerapan kewajiban pencampuran biodiesel B20 terhadap penurunan impor bahan bakar minyak dan ...