BPS: Inflasi Maret 2018 Masih Terkendali

Editor: Koko Triarko

190

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS), melaporkan sepanjang Maret 2018 Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,20 persen. Secara keseluruhan, inflasi bulan ini masih tergolong rendah atau masih terkendali.

Sementara itu, jika dilihat berdasarkan Inflasi Tahun Kalender (Maret 2018 terhadap Desember 2017) dilaporkan sebesar 0,99 persen. Sedangkan Inflasi Tahun ke Tahun atau Year on Year (YoY) (Maret 2017 sampai Maret 2018) dilaporkan sebesar 3.40 persen.

Kepala BPS Pusat , Suhariyanto, menyebutkan, bahwa dari pengamatan BPS di 82 Kota Indeks Harga Konsumen (IHK), 57 Kota IHK mengalami inflasi, sedangkan 25 Kota IHK lainnya deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 2,1 persen, sedangkan terendah terjadi di Sumenep, sebesar 0,01 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar -2,30 persen, sedangkan terendah terjadi di Bulukumba sebesar -0,01 persen.

“Inflasi Indonesia sepanjang Maret 2018 yang hanya sebesar 0,20 persen tersebut bisa dibilang masih terjaga dan terkendali. Semoga nilai inflasi yang rendah masih tetap bertahan hingga memasuki bulan puasa maupun Lebaran 2018”, katanya, di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Suhariiyanto juga menjelaskan, bahwa ada beberapa kelompok pemgeluaran yang menyebabkan terjadinya inflasi sepanjang Maret 2018. Yakni, kelompok Bahan Makanan sebesar 0,14 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,26 persen.

Selanjutnya adalah kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,06 persen.

Kelompok  Sandang sebesar 0,36 persen,  kelompok Kesehatan sebesar 0,37 dan kelompok  Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga sebesar 0,07 persen dan kelompok  Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,28 persen.

Jika dilihat berdasarkan Inflasi Komponen Inti, dilaporkan sebesar 0,76 persen. Sedangkan jika dilihat berdasarkan tingkat Inflasi Komponen Inti berdasarkan tahun ke tahun atau YoY antara Maret 2017 sampai Maret 2028 dilaporkan sebesar 2,67 persen.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.