Data Ganda, DPS Kabupaten Sikka Direvisi

Editor: Koko Triarko

568
Ketua Panwaslih kabupaten Sikka, Harun Al-Rasyid (kiri) bersama anggota Panwaslih Sikka. -Foto: Ebed de Rosary

MAUMERE – Terdapatnya data ganda terkait nama pemilih yang terdaftar lebih dari sekali, serta nama-nama pemilih yang sudah ke luar daerah dan meninggal dunia, menyebabkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) di beberapa kecamatan di kabupaten Sikka, direvisi.

“Merespon adanya laporan terkait jumlah pemilih di kecamatan Nita yang di DPS sebanyak 17.290 pemilih dan turun menjadi 13.901 pemilih di DPT, data tersebut kembali kepada data gelondongan awal sebelum dikeluarkan DPS,” kata ketua Panwaslih kabupaten Sikka, Harun Al-Rasyid, Kamis (19/.4/2018).

Menurutnya, banyak data ganda dan banyak orang yang meninggal dunia “hidup kembali”, sehingga sekitar lima ribu data tersebut dibersihkan. DPS yang dikeluarkan kemarin bukan DPS murni hasil pencocokkan pemilih, karena berbeda hasil pencocokkan manual dengan hasil yang di-input ke sistem.

“Kita tidak mempersalahkan KPU kabupaten Sikka dan jajarannya, tetapi minimal KPU menggunakan sebuah aplikasi atau apa pun itu, paling tidak bisa berjalan sesuai dengan yang diinginkan penyelenggara dan pasangan calon serta pemilih,” ungkapnya.

Tugas Panwaslih, lanjut Harun, bila dalam proses pemutakhiran, data DPS yang dikeluarkan dicermati. Ini yang membuat di beberapa kecamatan, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) menilai Panwaslih tidak percaya dengan kerja dari panitia pemilu dan petugas pemutakhiran data.

“Jangan kemudian ketika Panwas memberikan rekomendasi ada ketersinggungan. Ini yang perlu dipahami, sehingga jangan sampai ada saling curiga. Sebab, tugas Panwaslih melakukan pengawasan dan bila ada kesalahan harus diperbaiki,” jelasnya.

Ketua KPU kabupaten Sikka, Vivano Bogar, S.Fil., kepada Cendana News menyatakan, pihaknya melakukan pengawasan, agar semua rekomendasi yang dikeluarkan Panwaslih Sikka bisa dilaksanakan PPS dan PPK.

KPU Sikka juga memastikan saat rapat pleno semua rekomendasi tersebut sudah ditindaklanjuti. “Semua rekomendasi tersebut kami tindaklanjuti, sehingga segala keluhan dalam proses pendaftaran pemilih bisa lebih baik. Bagi masyarakat yang belum terdaftar dalam DPT, bisa memberikan suara dalam Pilkada nanti dengan memperlihatkan KTP Elektronik atau Surat Keterangan,” katanya.

Dalam data Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan KPU kabupaten Sikka, pemilih terbesar terdapat di kecamatan Alok sebanyak 18.564 pemilih, disusul Alok Timur 17.666, Nita 13.901, Waigete 13.648, Talibura 12.658, Kangae 11.541 serta Alok Barat 11.143 pemilih.

Selanjutnya, kecamatan Paga 9.809 orang, Kewapante 8.873, Lela 7,878, Magepanda 7.256, Bola 6.909, Mego 6.882, Doreng 6.860, Heweokloang 5.976, Palue 5.599, Tanawawo 5.345, Waiblama 4.641, Koting 4.448, Mapitara 4.049 serta Nelle 4.026 pemilih.

Jumlah DPT sebanyak 186.672 pemilih didominasi oleh pemilih perempuan sebanyak 101.580 dan pemilih laki-laki sebesar 86.092 orang, tersebar di 21 kecamatan dan 147 desa serta 13 kelurahan di kabupaten Sikka.

Baca Juga
Lihat juga...