Dianggap Berpolitik, Filipina Bersiap Deportasi Seorang Biarawati

293
Ilustrasi Bendera Filipina - Foto: Dokumentasi CDN

MANILA – Filipina menahan seorang biarawati asal Australia berusia 71 tahun. Suster Patricia Fox di tahan karena dianggap melakukan kegiatan politik ilegal di Negara tersebut.

Patricia Fox disebut-sebt mengikuti misi pencarian fakta hak asasi manusia di daerah Filipina selatan yang masih penuh gejolak. Seorang pemimpin kelompok sayap kiri Filipina menyebut, akibat perbuatannya tersebut, diperkirakan biarawati tersebut akan dideportasi.

Penahanannya dilakukan sehari setelah Giacomo Filibeck, seorang pejabat Partai Sosialis dari Uni Eropa mengeritik penindasan anti-narkoba dari Presiden Rodrigo Duterte yang dianggap brutal. “Suster Patricia Fox dijemput dari rumahnya dan diboyong ke biro imigrasi di Manila,” kata Sekretaris Jenderal gerakan kiri (Bangsa) Bayan Renato Reyes, Senin (16/4/2018).

Reyes menyebut, departemen imigrasi memberitahu Dirinya mengenai proses deportasi terhadap biarawati tersebut.”Kami mengutuk penahanannya yang tidak adil dan proses deportasi yang dilakukan terhadapnya. Dia bukan penjahat atau orang asing yang tidak diinginkan. Dia sudah lama di Filipina membantu orang-orang miskin yang paling miskin,” kata Reyes.

Fox adalah atasan Jemaat Biarawati Katolik di Filipina Notre Dame de Sion. Fox telah terlibat dengan misi hak asasi manusia di Mindanao, melihat penderitaan rakyat pribumi dan petani. Patricia Fox disebut-sebut masuk ke Mindanao hampir setahun setelah Presiden Rodrigo Duterte memberlakukan darurat militer di daerah tersebut.

Biro imigrasi mengonfirmasi penangkapan Fox, tetapi menolak mengeluarkan pernyataan apapun hingga penyelidikan selesai. Sementara Fox tidak bisa dimintai komentar. Anggota parlemen sayap kiri telah berjanji untuk mengadakan penyelidikan kongres untuk deportasi pada pendukung hak asasi manusia warga negara asing. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...