Dipromosikan Kemenperin. 14 Investor Masuk KEK Palu

202
Ilustrasi Investasi : Foto: Dokumentasi CDN

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong masuknya investasi ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah. Tercatat saat ini terdapat 14 investor yang sudah berminat menanamkan modalnya di kawasan yang diresmikan September 2017 silam tersebut.

“Sekarang tinggal promosi dan melanjutkan pembebasan lahan. Kami terus menarik investor lokal maupun asing, seperti dari Taiwan untuk bisa masuk ke sini,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi usai meninjau KEK Palu, Jumat (20/4/2018).

KEK Palu berdiri di atas lahan seluas 15.000 hektare (Ha), dan per 2017 telah terealisasi hingga 482 Ha. Kawasan ini ditargetkan bisa menggaet investasi senilai Rp12,5 triliun. Hingga Juli 2017 sudah terealisasi sebesar Rp115 miliar.

Airlangga menjelaskan, dari 14 investor yang telah mendaftar dua industri sudah beroperasi dan satu perusahaan sedang tahap pengerjaan konstruksi. “Kami berharap, kawasan terintegrasi ini mampu membuka lapangan kerja sebanyak 51.000 orang, yang saat ini sudah menyerap 210 orang,” ujarnya.

KEK Palu menjadi salah satu KEK yang berada di lokasi strategis karena berada di wilayah utara-selatan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). KEK Palu didukung dengan berbagai fasilitas penunjang, antara lain Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, yang memiliki panjang landasan pacu 3.500 m dan kapasitas penumpang sekitar 1.500 orang per hari. Jarak Bandara ke kawasan dierkirakan 23 km.

Pendukung lain adalah ketersediaan Pelabuhan Pantoloan dengan kapasitas 37.000 TEUs, dan ditargetkan dalam pengembangan mencapai 1,2 juta TEUs. Ada pula fasilitas jalan trans Sulawesi Palu-Toli-toli, Palu Outer Ring Road, dan By pass Palu – Parigi.

Kemenperin juga memfasilitasi pembangunan infrastruktur di KEK Palu dalam upaya menopang daya saingnya, seperti pembangunan jalan poros dan jalan lingkungan di dalam KEK Palu sepanjang 1.600 meter, pembangunan sentra industri kecil dan menengah (IKM), serta pengadaan sarana dan prasarana untuk perkantoran di KEK Palu.

Direktur PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) Andi Mulhanan Tombolotutu mengatakan, setiap bulannya rata-rata ada satu sampai dua perusahaan yang menyatakan minatnya untuk berinvetasi di KEK Palu. “Dari 40 daftar investor yang berminat, ada 14 yang sudah dikeluarkan izin,” tandasnya.

Andi menyampaikan, dalam dua sampai tiga bulan ke depan akan ada beberapa perusahaan yang mulai beroperasi di KEK. Diyakini dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan kedepan, peningkatan investasi tidak kurang dari Rp1-2 triliun.

Selaku pengelola KEK Palu, BPST terus memfasilitasi para investor yang ingin menanamkan modalnya, seperti pendaftaran dan perizinan. “Lokasi kami dekat dengan pelabuhan yang bertaraf internasional, dan hampir seluruh komoditas sumber mineral ada semua di sini,” lanjut Andi.

KEK Palu memiliki potensi pengembangan industry seperti pengolahan hasil tambang, rotan, rumput laut, kelapa, dan logistik. Daftar para investor di KEK Palu, di antaranya PT Hongthai International yang bergerak di sector industri getah pinus. Perusahaan ini rencananya menggelontorkan investasi senilai Rp13,7 miliar dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 110 orang.

Selain itu, perusahaan pengolahan kelapa PT Sofie Agro yang akan menanamkan modalnya hingga 1,38 juta dolar AS dan menyerap tenaga kerja sekitar 625 orang. Kemudian, Agro Sulteng Group selaku industri karet dan minyak atsiri, ditargetkan nilai investasinya mencapai Rp300 miliar dan menyerap 450 tenaga kerja.

Ada pula PT Asbuton Jaya Abadi, industri aspal dingin ini bekal menanamkan modalnya sebesar Rp100 miliar dan membuka lapangan kerja sekitar 100 orang. Selanjutnya, industri kilang minyak PT Palembang GMA Refinery Consortium akan berinvestasi hingga Rp133 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 14.000 orang. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.