Ditlantas Polda Lampung Survei Persiapan Jalur Mudik

Editor: Irvan Syafari

472

LAMPUNG — Direktur Lalu Lintas Polda Lampung Komisaris Besar Polisi Kemas Ahmad Yamin melalui Kepala Sub Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Kasubdit Kamsel) Ajun Komisaris Besar Polisi AKBP Junaidi bersama tim survei melakukan pemantauan persiapan jalur mudik lebaran 2018.

Menurut Junaidi pemantauan dilakukan dari KM 0 Jalan Tol Trans Sumatera di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan hingga sejumlah titik, yang sudah bisa dilalui kendaraan serta titik yang masih dalam proses pengerjaan oleh pelaksana proyek JTTS di antaranya dilakukan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP).

AKBP Junaidi mengatakan, ada beberapa ruas yang bisa dilalui. Ruas sepanjang 8,9 Kilometer yang sudah dioperasikan, seperti dari pintu masuk tol Bakauheni Selatan menuju pintu masuk tol Bakauheni Utara.

“Ruas jalan bebas hambatan tersebut dioperasikan oleh PT Hutama Karya dan sudah diresmikan penggunaannya oleh Presiden Joko Widodo pada  Januari silam dan masih digratiskan,” papar junaidi kepada Cendana News di STA 15, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan.

Lanjut Junaidi pihaknya melakukan survei Jalan Tol Trans Sumatera yang sudah bisa dilalui. “Melihat perkembangan pembangunan fly over,under pass,upper pass di sejumlah titik untuk menjadi rekomendasi apakah bisa dilalui saat arus mudik lebaran atau belum berkaitan dengan keselamatan,” terang AKBP Junaidi.

Berdasarkan survei, JTTS ruas Bakauheni-Sidomulyo yang sudah dilalui dari STA 0 hingga STA 14 di Desa Tetaan. Meski demikian rambu rambu dan fasilitas pendukung perlu dilengkapi sehingga bisa direkomendasikan agar bisa digunakan untuk arus mudik dan balik lebaran.

Selain ruas sepanjang 8,9 kilometer yang sudah dioperasikan, ruas sepanjang 10 kilometer di Sabahbalau juga sudah bisa dilintasi. Pengoperasian dua ruas tersebut disebutnya bisa membantu mengurai kemacetan di Jalinsum saat arus lebaran.

Hasil survei di titik titik JTTS tersebut diakui AKBP Junaidi yang dilakukan oleh tim Ditlantas Polda Lampung selanjutnya akan menjadi rekomendasi untuk digunakan. Jika kondisi jalan sudah layak dan memenuhi unsur keselamatan jalan, maka Ditlantas Polda Lampung  akan memberi rekomendasi kepada operator JTTS dalam hal ini PT Hutama Karya.

Selain itu sejumlah titik yang masih terus dikerjakan dengan penyelesaian rigid beton dan pembuatan separator jalan tol.

“Survei selama tiga hari oleh tim dari Ditlantas Polda Lampung sekaligus akan menjadi rekomendasi titik mana yang sudah dan akan dilalui serta mana yang belum bisa dilalui,” kata Junaidi.

Survei akan dilakukan dari Bakauheni di Lampung Selatan hingga Terbanggibesar di Lampung Tengah. Sesuai dengan penjelasan dari pelaksana proyek JTTS pekerjaan tol akan selesai satu bulan sebelum pelayanan arus mudik lebaran.

Dari pantauan di lapangan ia menyebut, masih ada beberapa ruas yang belum tersambung sehingga Ditlantas Polda Lampung terus berkoordinasi dengan pelaksana proyek JTTS, PT PP dan Hutama Karya.

Selain memantau ruas JTTS yang sudah bisa dilalui,sedang dikerjakan tim survei Diltantas Polda Lampung dari pantauan Cendana News melakukan pemeriksaan pengerjaan fly over di STA 15 Desa Tetaan.

Selain itu sejumlah pengerjaan under pass dan upper pass di STA 18+800 yang tengah dikerjakan menjadi titik perhatian Ditlantas Polda Lampung. Pengerjaan jembatan di STA 19 tepat di Sungai Way Asahan yang belum selesai juga menjadi bahan laporan untuk rekomendasi ruas JTTS yang bisa dilalui saat arus mudik lebaran.

Salah satu pekerja persiapan rigid beton di STA 16 dari PT.PP, Hasan,menyebut dua jalur di ruas tersebut sudah dalam tahap pengecoran. Persiapan dilakukan di dekat jembatan Sungai Way Pisang untuk pengecoran bagian tengah.

Pengerjaan yang ditargetkan harus cepat selesai tersebut diakuinya terkendala kondisi cuaca hujan. Hujan disebutnya menyebabkan proses pengeringan material rigid beton lambat untuk kering memperlambat pengerjaan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.