Diwarnai Insiden, Surabaya Samator Kampiun Proliga 2018

Editor: Satmoko

693

YOGYAKARTA – Tim voli putra Surabaya Bhayangkara Samator keluar sebagai jawara Proliga 2018. Di babak grand final yang digelar di GOR Among Raga, Yogyakarta, Minggu (15/4/2018) Surabaya Samator menang 3-1 atas Palembang Bank Sumsel Babel melalui permainan yang cukup ketat.

Tim yang menjadi runner up Proliga 2017, mengawali laga dengan cukup meyakinkan. Anak asuh Ibarsjah Djanu T mengamankan dua set awal dengan skor 25-22, dan 25-16. Laga set kedua berlangsung panas.

Sempat terjadi insiden antara Ramsil Huda dengan pemain Surabaya Samator Febriant Tamamiang saat skor 19-13 untuk keunggulan Surabaya Samator.

Beruntung insiden bisa cepat diredam dan Surabaya Samator menyudahi set kedua dengan kemenangan 25-16. Pertandingan set ketiga berlangsung cukup dramatis. Kejar-kejaran angka tak terelakkan di set ini. Kedua tim bergantian mengungguli lawannya.

Palembang Bank Sumses Babel menjadi runner up Proliga 2018. Foto: Sodik

Setelah laga yang cukup melelahkan, Bank Sumsel Babel akhirnya memperkecil ketinggalan dengan mengunci keunggulan 25-23. Kejar-kejaran angka kembali terulang di set keempat. Ketatnya laga baru berakhir dengan skor 30-28 untuk keunggulan Surabaya Samator.

Atas keberhasilan ini, Surabaya Samator berhak atas hadiah sebesar Rp200 juta. Sedangkan runner up Bank Sumsel Babel berhak atas hadiah sebesar Rp100 juta.

Ibarsjah Djanu kepada media mengungkapkan, pihaknya melatih tiga hal sebelum babak grand final yakni reserve, block dan service. Sementara terkait set ketiga yang sempat direbut Bank Sumsel Babel, Ibarsjah mengaku timnya bermain terlalu tergesa-gesa.

“Kalau set empat, faktor luck ada di kami karena poin selama laga terus beriringan. Faktor luck didukung blok akhir yang menjadi penentu kemenangan kami,” katanya.

Sementara pelatih Palembang Bank Sumsel Babel, Welsar Lubis mengaku timnya sudah berdarah-darah untuk mencapai babak grand final. Sempat menang tiga kali di Malang, dan nyaris tergelincir di Solo.

“Di set awal kelemahan pola permainan dan pada performa kami. Set 1-2 bukan performa bank Sumsel Babel,” katanya.

Ia menyebut anak asuhnya sempat bangkit di set ketiga dan keempat. Tapi sayang, timnya terlalu banyak melakukan kesalahan sehingga harus takluk dari Surabaya Samator.

“Secara keseluruhan kami puas. Soal insiden di set kedua karena salah pengertian, kami juga tidak tahu masalahnya apa,” tegasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.