DK PBB Tidak Berhasil Mengutuk Serangan Amerika ke Suriah

131
Ilustrasi Logo PBB - Foto: Dokumentasi CDN

NEW YORK – Resolusi rancangan Rusia yang berisi kutukan atas serangan militer ke Suriah oleh Amerika Serikat, Prancis dan Inggris gagal disahkan oleh Dewan Keamanan (DK) PBB pada Sabtu (14/4/2018).

Tiga dari 15 anggota Dewan Keamanan, yaitu Rusia, Bolivia dan China menyatakan mendukung resolusi itu. Empat negara, yakni Guinea Ekuatorial, Ethiopia, Kazakhstan dan Peru menyatakan abstain. Delapan negara anggota sisanya menyatakan menolak rancangan resolusi tersebut.

Untuk dapat disahkan, resolusi membutuhkan sedikitnya sembilan suara dukungan serta tidak terkena penolakan oleh satu pun dari kelima anggota tetap Dewan Keamanan, yang terdiri dari Inggris, China, Prancis, Rusia dan Amerika Serikat.

Rancangan resolusi itu berisi hanya lima paragraf dan menyatakan kutukan kepada agresi terhadap Republik Arab Suriah dan sekutu-sekutunya dalam pelanggaran terhadap hukum internasional dan Piagam PBB. Rancangan juga mendesak Amerika Serikat beserta sekutu-sekutunya agar segera mengakhiri serangan militer terhadap Suriah dan diminta menahan diri untuk tidak lagi menggunakan kekuatan militer di masa depan.

“Ini adalah hari yang menyedihkan bagi dunia, bagi PBB, dan bagi Piagam (PBB), yang secara terang-terangan dilanggar,” ujar Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Vassily Nebenzia setelah proses pemungutan suara yang menekankan tuntutan negaranya agar jangan ada lagi serangan militer dilakukan terhadap Suriah.

Duta besar Inggris Karen Pierce mengatakan, serangan militer gabungan terhadap Suriah itu dilakukan berdasarkan hukum menyangkut campur tangan kemanusiaan. Diklaim, hal itu dilakukan secara penuh memenuhi prinsip-prinsip dan tujuan Piagam PBB.

Amerika Serikat, Prancis dan Inggris pada Jumat (13/4/2018) melancarkan serangan peluru kendali ke Suriah. Serangan dilakukan setelah munculnya laporan soal dugaan penggunaan senjata kimia di Douma di dekat ibu kota negara Suriah, Damaskus, pada 7 April lalu.

“Jerman akan bergabung dengan Prancis untuk mendorong upaya internasional baru guna mewujudkan gencatan senjata abadi di Suriah,” kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, Sabtu (14/4/2018).

Jerman, Prancis, Inggris dan Amerika Serikat akan bertemu di London untuk membahas langkah-langkah berikutnya pasca-serangan udara ke Suriah. Maas mengatakan, prakarsa itu juga sedang dibicarakan oleh dewan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

“Kita akan bekerja sama dengan Prancis untuk menciptakan format internasional yang bisa dijadikan momentum baru bagi proses politik. Jerman akan menggunakan hubungan bilateral untuk memastikan agar Rusia mengambil sikap konstruktif pada masalah itu,” pungkas Maas. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.