DLH Lebak Minta Penambang Emas tak Gunakan Merkuri

Ilustrasi penambangan – Foto: Dokumentasi CDN

LEBAK  – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Banten, Nana Sunjana meminta pertambangan emas tradisional yang berkembang di sejumlah lokasi di Lebak tidak menggunakan zat merkuri.

“Penggunaan zat merkuri itu sangat membahayakan bagi kesehatan manusia, juga menimbulkan kerusakan ekosistem lingkungan,” kata Nana Sunjana di Lebak, Sabtu.

Pemerintah telah menghapus pengolahan emas yang menggunakan merkuri berdasarkan Instruksi Presiden Joko Widodo yang menandatangani Undang-undang Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan “Minamata Convention on Mercury” atau Konvensi Minamata mengenai Merkuri.

Dengan diratifikasinya Konvensi Minamata itu, pemerintah hadir untuk pengurangan dan penghapusan merkuri.

Penggunaan zat merkuri membahayakan bagi kesehatan manusia dan menimbulkan kerusakan ekosistem lingkungan.

Karena itu, pemerintah melarang para penambang emas rakyat menggunakan zat merkuri.

Apalagi manusia terdampak zat merkuri bisa menimbulkan berbagai penyakit, di antaranya kanker, kebutaan dan penyakit lain.

Begitu juga daerah aliran sungai yang terpapar zat merkuri menimbulkan kerusakan ekosistem lingkungan di antaranya populasi ikan mati.

“Kami tentu akan memproses secara hukum jika pertambangan emas tradisional menggunakan zat merkuri,” katanya.

Menurut dia, Kabupaten Lebak dijadikan percontohan tingkat nasional dalam pengolahan emas tanpa menggunakan zat merkuri.

Pengolahan emas itu melalui penerapan teknologi yang berlokasi di Desa Lebak Situ, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak.

Para penambang emas rakyat menggunakan zat nonmerkuri sehingga tidak membahayakan bagi manusia. Pengolahan emas emas nonmerkuri dibangun oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar pertambangan emas tidak menggunakan zat merkuri,” katanya.

Sementara itu, sejumlah warga Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, mengatakan mendukung kebijakan pemerintah yang melarang pertambangan emas rakyat menggunakan zat merkuri karena membahayakan kesehatan manusia.

Pelarangan zat merkuri itu bisa bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan warga.

“Kami mendukung larangan penggunaan zat merkuri untuk pengolahan pertambangan emas rakyat,” kata Nurdin, seorang warga Kecamatan Lebakgedong. (Ant)

Lihat juga...