DPRD Balikpapan Minta DKK Perhatikan Puskesmas

Editor: Irvan Syafari

267

BALIKPAPAN — DPRD Balikpapan meminta kepada Dinas Kesehatan Kota untuk memperhatikan sejumlah puskesmas di kota minyak ini. Mengingat dari hasil kunjungannya ke sejumlah puskesmas masih menemukan berbagai kekurangan dari jumlah Sumber Daya Manusia (SDM), hingga peralatan yang kurang memadai.

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Mieke Henny mengungkapkan dari 20 puskesmas pelayanan dan 7 puskesmas perawatan separuhnya tidak memiliki alat lab sendiri. Bahkan masih ditemui bangunan fisik yang kurang memadai.

“Dari yang kami lihat prioritas lebih ke relokasi Puskesmas Karang Jati yang sudah tidak layak. Selain naik gunung bangunan juga sudah tidak pantas disebut puskesmas. Dindingnya juga kayu, banyak dimakan rayap. Selanjutnya di Gunung Sari Ulu juga ruang bidan di atas, berakibat orang hamil harus ke atas,” katanya Jumat, (20/4/2018).

Dia menilai persoalan yang muncul di puskesmas seperti sarana-prasarana dan pelayanan yang kurang lebih disebabkan oleh kurangnya perhatian Dinas Kesehatan. “Saya tanya ke petugas puskesmas, kapan DKK terakhir datang ke puskesmas. Kalo Batu Ampar sekitar Mei 2017 lalu, saya saja sudah datangi 27 puskesmas,” sesalnya.

Untuk itu dengan temuan inspeksi yang dilakukan oleh DPRD, pihaknya minta DKK untuk pantau langsung puskesmas agar program dengan DPRD dapat disinkronisasikan. Dan apa saja yang harus dilakukan untuk mencari terobosan yang terbaik bagi puskesmas.

“DKK harusnya terjun juga satukan dnegan temuan kami. Apa terobosan DKK, kalau begini seperti DKK dengan puskesmas tidak terkoneksi dengan baik,” tegas Mieke.

Kendati demikian, pihaknya mengaku selama pemantauan langsung ke puskesmas tidak semua lambat dalam memberikan pelayanan. Seperti Puskesmas Batu Ampar, dimana pelayanan pasien rata-rata membutuhkan waktu 20 menit saja.

“Memang ada puskesmas yang pelayanannya juga baik, tapi kami juga menemukan ada puskesmas yang mengalami padam akibat daya yang tidak kuat” tambahnya.

Selain itu, Mieke menambahkan kekurangan tenaga medis juga bagian yang dikeluhkan oleh puskesmas. Namun hal itu sudah ditanggapi oleh DKK, yang telah mengajukan 250 tenaga medis untuk ditambah.

“Intinya memang masih banyak ditemukan kekurangan terutama tenaga medis atau SDM, alat, dan tempatnya,” tambahnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.