Dua Proyek Strategis Nasional di NTB Batal Terealisasi

Editor: Koko Triarko

738
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Ridwansyah/ Foto: Turmuzi

MATARAM – Dua proyek strategis nasional yang sejatinya mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2018 oleh Dirjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat batal, terealisasikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Batal direalisasi, karena terkendala masalah pembebasan lahan, padahal dari sisi penganggaran telah disiapkan”, kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Ridwansyah, di Mataram, Selasa (17/4/2018).

Kedua proyek strategis nasional tersebut antara lain, pembangunan jalan bypass Bandara Lombok Internasional Airpot (LIA) dan pembangunan bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat. 

Ia menjelaskan, atas pembatalan tersebut, Pemprov NTB telah menerima surat dari Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, bahwa tadinya dana yang disiapkan untuk pembangunan jalan bypass LIA Mandalika pada 2018 dialihkan ke daerah lain.

“Konfirmasi kami ke Balai Jalan, selain karena terkendala masalah pembebasan lahan, juga karena memang ketidaksiapan soal dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL)”, katanya.

Ridwansyah mengatakan, itu tidak bisa keluar, karena belum ada kesesuaian ruang dari Pemkab Lombok Tengah (Loteng), setelah diselidiki ternyata ada mis-komunikasi soal ruas jalan terkait lokasi atau trase jalan dengan pihak balai jalan, sehingga prosesnya menjadi lama dan berpengaruh juga terhadap pembebasan lahan.

“Sebab, pembebasan lahan harus jelas, jalan itu lewat tanah siapa, lokasi di mana, dokumen juga harus jelas terkait waktu. Bina Marga sudah memperhitungkan ketika pekerjaan di 2018 perencanaannya harus sudah selesai”, jelasnya.

Ternyata, lanjutnya, sampai batas waktu yang telah ditetapkan tidak siap, akhirnya uang tersebut ditarik, tapi secara proyek tetap, meski demikian Pemprov menghargai komitmen Bupati Loteng yang tetap siap dan tidak ada masalah soal lahan.

“Tapi, karena anggarannya telah ditarik, dan dialihkan ke daerah lain, maka pembangunan dua proyek strategis nasional tersebut akan dianggarkan pada tahun anggaran 2019”, katanya.

Ridwansyah mengatakan, total nilai anggaran khusus pembangunan bypass LIA sendiri yang batal terealisasikan pada 2018 mencapai Rp1,7 triliun, dengan panjang jalan antara 17 sampai 20 kilometer.

Lebih lanjut ia menambahkan, awalnya untuk pembangunan jalan Bandara LIA tersebut, Pemprov NTB mengusulkan jalan tol, mengantisipasi lonjakan penumpang KEK Mandalika.

Tapi, Wapres meminta tidak usah jalan tol dan tetap jalan bypass biasa, supaya wisatawan bisa mampir di kantong UKM atau kerajinan atau dusun untuk berbelanja, sehingga perekonomian masyarakat dan UMKM bisa tumbuh, sebab kalau jalan tol tidak bisa berhenti.

Baca Juga
Lihat juga...