Dukung Desa Wisata, Mahasiswa UGM Ajar Anak Desa Bahasa Inggris

Editor: Irvan Syafari

YOGYAKARTA — Kemampuan berbahasa Inggris cukup penting untuk dikuasai seluruh lapisan masyarakat pada era global. Tak hanya masyarakat perkotaan namun juga masyarakat yang tinggal di perdesaan. Terlebih saat ini banyak program desa wisata, yang menuntut kemampuan komunikasi dengan bahasa asing.

Sebagai upaya membantu mewujudkan hal tersebut Unit Kegiatan Mahasiswa International Language Center Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (ILC-HMP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menggelar program pengabdian masyarakat dengan melatih anak-anak desa berbahasa Inggris.

Kegiatan program Literasi Bahasa Inggris dilaksanakan di SD Muhamadiyah Gamplong, Desa Wisata Gamplong, Sleman, Yogyakarta.

Ketua UKM ILC HMP UGM Muhammad Mirza Nuriady mengatakan, pengembangan Desa Wisata perlu didukung penguasaan Bahasa Inggris. Banyak wisatawan dari luar berkunjung ke desa tersebut. Menurutnya langkah awal yang dapat ditempuh adalah dengan menggerakkan literasi bahasa Inggris dikalangan anak-anak sekolah.

“Dengan kegiatan ini minimal nantinya mereka bisa berkomumikasi dalam Bahasa Inggris suatu saat kelak,” katanya baru-baru ini. Tenaga pengajar berasal dari kalangan internal maupun eksternal.

Setiap dua minggu sekali, pihaknya mengaku menerjunkan pengajar untuk mengajar pada siswa sekolah. Selain untuk meningkatkan kemampuan bahasa dalam pengembangan wisata, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan minat baca bagi anak-anak.

“Kami siap mendorong anak-anak belajar Bahasa Inggris dengan mengajak mereka membaca buku. Kita ingin mereka tidak kalah dalam kompetisi global kelak,” tambahnya.

Kepala Sekolah SD Muhamadiyah Gamplong Eni Purwaningsih sendiri mengapresiasi gerakan literasi Bahasa Inggris yang digalakkan ILC UGM.

“Kalau memang ILC juga ingin membantu anak-anak didik kami, ini akan sungguh sangat bermanfaat. Kita bisa bermitra dalam membiasakan penggunaan Bahasa Inggris kepada anak-anak didik,” kata Purwaningsih.

Purwaningsih menyebutkan pihaknya juga sedang menggerakkan literasi dengan mengunjungi perpustakaan Rumah Pintar Mentari seminggu sekali, yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak-anak, juga para pendidik.

Lihat juga...