Dulang Pesajiq, Tradisi Berbagi Makanan Peringati Isra Miraj

Editor: Satmoko

250

LOMBOK – Ada beragam cara dilakukan masyarakat di Indonesia memperingati peristiwa Isra dan Mi’raj atau perjalanan Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat dari Allah SWT, dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke langit sebagaimana dijelaskan dalam Al – Qur’an.

Masyarakat Suku Sasak Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) misalnya peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW dilaksanakan dengan tradisi menaikkan dulang pesajiq.

Dulang pesajiq pada masyarakat Lombok, yaitu berupa nampan dari kayu atau nampan besar berisi aneka jajanan lokal khas masyarakat Suku Sasak Lombok maupun berbagai hidangan masakan lain yang cukup banyak.

Hamdan (baju putih) saat hendak menaikkan dulang berisi pesajiq ke masjid. Foto:Turmuzi

Dulang pesajiq dibuat setiap kepala keluarga di satu kampung kemudian akan dibawa ke masjid, untuk dihidangkan bagi para tamu undangan yang menghadiri acara pengajian di masjid kampung setempat.

“Menaikkan dulang berisi pesajiq setiap peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad ke masjid sudah biasa dilakukan dan telah menjadi tradisi secara turun temurun dilaksanakan,” kata Hamdan, warga Kabupaten Lombok Tengah kepada Cendana News, Minggu (15/4/2018).

Menurutnya, tradisi menaikkan dulang berisi pesajiq untuk dihidangkan kepada para tamu undangan yang hadir di masjid mengikuti pengajian yang disampaikan seorang tuan guru atau kiai.

Selain sebagai cara memperingati peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat dari Allah SWT, juga sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dari Tuhan.

Sauri, warga lain mengatakan, selain dihidangkan dulang pesajiq, usai mengikuti rangkaian acara peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, setiap tamu undangan akan diberikan satu tas plastik berkat atau oleh – oleh berisi aneka jajanan atau masakan lain untuk dibawa pulang  ke rumah masing – masing.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.