Effendi Gazali: Stepi Berharap Intelijen Bisa Perbaiki Pilkada

Editor: Koko Triarko

263
Effendi Gazali, -Foto: Akhmad Sekhu

JAKARTA – Effendi Gazali, Ph.D., MPS., ID., tokoh yang terkenal dengan acara yang digagasnya ‘Republik Mimpi’, yang merupakan parodi dari Indonesia dan  para presidennya, sering diundang di berbagai acara bedah buku, seperti pada acara bedah buku ‘Intelijen & Pilkada’ di Gramedia Matraman Jakarta. Analisanya cukup jeli, tajam dan komunikatif dalam membedah buku.

“Kita selalu gembira melihat buku yang berpikiran jauh ke depan, “ kata Effendi Gazali, sebagai pembicara dalam acara peluncuran dan bedah buku ‘Intelijen & Pilkada’ yang ditulis Stepi Anriani di Gramedia Matraman, Jalan Matraman Raya No. 46-50, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Lelaki kelahiran Padang, Sumatera Barat, 5 Desember 1966 itu membeberkan wacana intelijen versi Stepi dalam buku ini yang definisnya adalah informasi yang sangat akurat dan tajam yang diperoleh dengan metode tertentu yang tersedia untuk umum.

“Stepi mengharapkan bisa digunakan untuk memperbaiki Pilkada,“ ungkap staf pengajar program pascasarjana ilmu komunikasi Universitas Indonesia.

Menurut Effendi, dalam buku ini Stepi mencoba membuat skala praktek-praktek intelijen yang sekarang terjadi. “Intelijen tidak pernah tidur, pas kita lagi bicara pasti juga ada intelijen,“ bebernya.

Intelijen mewaspadai setiap datangnya ancaman, baik itu ancaman dari luar negeri maupun ancaman yang datang dari dalam negeri. “Salah satu poin penting dalam buku ini juga mengenai perang media sosial,“ katanya.

Effendi menyampaikan, bahwa intelijen adalah sebuah proses yang selalu terjadi di sebuah negara yang mengabdi pada pemerintah. “Dan, atas nama kepentingan orang banyak, kepentingan negara, kepentingan pemerintahan,“ paparnya.

Bahkan lebih jauh, kata Effendi, buku Stepi ini dijadikan DPR untuk memperbaiki sistem perundang-undangan pilkada. “Kalau intelijen yang dituliskan Stepi dalam buku ini mungkin bisa meminimalisir kecurangan dalam Pilkada,“ tegasnya.

Apa yang dituliskan Stepi dalam ini, memang Indonesia belum sampai ke sana. “Tapi, kita harus tetap optimis kalau pilkada di Indonesia ke depan menjadi lebih baik,“ tandasanya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.