Emirsyah Satar Diperiksa KPK, Saksi untuk Tersangka Soetikno Soedarjo

Editor: Irvan Syafari

198
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah-Foto: Eko Sulestyono.

JAKARTA —– Emirsyah Satar, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) 2005 hingga 2014 kembali dipanggil sekaligus diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Emirsyah hadir memenuhi undangkan pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan di Gedung KPK Jakarta menjelaskan, Emirsyah hari ini memang dijadwalkan menjalani pemeriksaan terkait kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kasus korupsi yang menjerat Emirsyah berkaitan dengan pembelian sejumlah mesin pesawat dan pengadaan sejunlah pesawat penumpang komersial.

Menurut Febri, meskipun Emirsyah telah menyandang status sebagai tersangka, namun dalam pemeriksaan kali ini yang bersangkutan hanya berstatus sebagai saksi. Dia bersaksi untuk tersangka lainnya, yaitu Soetiko Soedarjo, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Mugi Rekso Abadi yang selama ini juga dikenal sebagai teman dekat atau sahabat Emirsyah.

“Tersangka Emirsyah Satar kembali diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Soetikno Soedarjo dalam kasus dugaan korupsi pembelian mesin pesawat dan pesawat penumpang komersial untuk maskapai Garuda Indonesia. Selain itu penyidik KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi lainnya,” kata Febri di Gedung KPK Jakarta, Senin (16/4/2018).

Sejumlah saksi yang dipanggil KPK di antaranya adalah seorang pensiunan kapten pilot yaitu Agus Wahyudo. Namun Febri belum bersedia merinci atau masih enggan memberikan penjelasan, sehingga hingga saat ini belum diketahui apakah Agus Wahyudo tersebut apakah punya keterkaitan atau keterlibatan dalam kasus korupsi di PT Garuda Indonesia atau tidak.

Namun yang jelas penyidik KPK secara resmi telah menetapkan status tersangka masing-masing kepada Emirsyah dan Soetikno. Emirsyah merupakan tersangka karena diduga sebagai pihak penerima suap, sedangkan Soetikno merupakan tersangka karena diduga berperan sebagai pihak pemberi suap.

Penyidik KPK meyakini, selama Emirsyah menjabat sebagai Dirut diduga telah menerima sejumlah uang yang diduga suap sebagai imbalan karena telah membeli mesin pesawat buatan Rolls Royce dari Inggris dan pesawat penumpang komersial buatan Airbus yang dibuat oleh perusahaan konsorsium Uni Eropa.

Emirsyah diduga telah menerima sejumlah uang, masing-masing sebesar 1,2 juta Euro (EUR) dan 180 ribu Dolar Amerika (USD). Selain itu Emirsyah diduga juga menerima sejumlah imbalan dalam bentuk aset atau properti masing-masing berupa tanah dan bangunan yang diperkirakan senilai 2 juta USD. Aset milik Emisyah berupa rumah maupun apartemen. Aset-aset tersebut diduga tersebar di Jakarta dan Singapura.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.