Fakultas Pertanian UNS Kembangkan Agribisnis Kopi Temanggung

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

356

SOLO — Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) tengah melakukan penelitian dan pengembangan terhadap petani kopi Temanggung, Jawa Tengah. Hal tersebut untuk mengoptimalkan potensi kopi lokal, agar petani mendapatkan untung yang lebih.

Ketua Tim Peneliti Kopi Temanggung Ir. Heru Irianto menjelaskan, Jawa Tengah memiliki potensi yang cukup tinggi. Antara lain terdapat di Kabupaten Temanggung, Kendal, Semarang dan Wonosobo. Namun, tingginya potensi tidak diimbangi dengan harga jual yang tinggi.

Hal ini karena petani pada umumnya menjual hasil panen ke tengkulak setempat dan sebagian besar tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu. Kondisi ini terjadi karena minimnya informasi yang diperoleh mengenai peluang pasar, standar mutu produk dan lemahnya jejaring pasar.

“Dari latar belakang tersebut, kami akhirnya melakukan penelitian terhadap pengembangan agribisnis kopi Temanggung dan sekitarnya. Ada beberapa masukan yang strategis yang telah dilakukan untuk mengoptimalkan potensi kopi Temanggung ini,” kata Heru kepada awak media, di sela whorkshop desiminasi hasil penelitian pengembangan kopi Temanggung, di Sahid Hotel Solo, Kamis (26/4/2018).

Whorkshop
Whorkshop Desiminasi hasil penelitian pengembangan kopi Temanggung. Foto: Harun Alrosid

Penelitian ini, lanjut Heru, merupakan kerjasama antara Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNS dengan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT), Agriterra, ESFIM dan Wageningen University and Research (WUR).

Penelitian dilakukan untuk menjawab permasalahan value chain dan pemasaran kopi yang dihasilkan petani Temanggung dan sekitarnya.

“Tujuan penelitian ini untuk mengkaji agribisnis kopi Temanggung dan sekitarnya melalui pengembangan (up grading) rantai nilai. Selain itu, perlu merumuskan alternatif strategi. Termasuk pasar melalui identifikasi potencial buyer dan analisis pendapat konsumen mengenai produk,” urai Dosen Fakultas Pertanian UNS.

Sementara hasil penelitian yang telah dilakukan merekomendasikan dibentuknya kelembagaan koperasi sebagai pengembangan kelembagaan sehingga mampu memberikan perbaikan pada aspek lain. Seperti aspek produksi dan pasca panen maupun pengolahan, termasuk aspek pemasaran dan permodalan.

“Perlu adanya inovasi teknologi pengolah kopi oleh pemerintah maupun koperasi yang dikembangkan agar bisa diolah secara lokal dan nilai tambah dapat dinikmati para pelaku bisnis. Pangsa pasar juga harus diperluas untuk menambah jaringan pemasaran maupun dengan mendorong pelaku usaha untuk menciptakan merek sendiri,” imbuh Wakil Dekan Fakultas Pertanian UNS Prof Samanhudi.

Adapun langkah strategi lain untuk pengembangan agribisnis kopi Temanggung adalah dengan inovasi teknologi budidaya dan coffee processing untuk meningkatkan daya saing dipasar lokal dan internasional.

Inovasi pasar melalui pengembangan agrowisata berbasis kopi, diversifikasi produk untuk meningkatkan serapan produk dipasar, penguatan peran kelembagaan petan untuk meningkatkan daya saing serta perluasan jejaring pasar kopi melalui promosi lebih intensif ke segmen industri.

“Berdasarkan hasil survey menunjukkan bahwa kapasitas buyer potensial untuk menerima kopi Temanggung dan sekitarnya masih sangat besar baik pasar lokal maupun pasar internasional,” tandasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.