Fase Bulan Gelap Untungkan Nelayan di Perairan Selat Sunda

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

483

LAMPUNG — Fase bulan gelap di wilayah Lampung Selatan dipergunakan oleh nelayan pesisir Bakauheni untuk melakukan aktifitas menangkap dan berburu ikan karang. Memasuki tanggal empat penanggalan bulan sejumlah ikan berada di permukaan dan ikan karang sedang melakukan proses pemijahan.

Mukmin (23) salah satu nelayan tangkap dengan pancing rawe dasar menyebutkan, jenis ikan karang yang ditangkap oleh nelayan di antaranya Kerapu, kakap, lapeh, baronang serta ikan ikan predator lain.

Bagi nelayan dengan kapal bagan congkel musim bulan gelap akan mudah menangkap jenis cumi, teri serta sejumlah ikan pelagis yang banyak terdapat di perairan Selat Sunda.
Musim tangkapan ikan yang banyak (Along), disebutnya, akan berlangsung hingga pertengahan bulan sebelum bulan terlihat terang.

“Kami berangkat sejak sore ke sejumlah titik penangkapan ikan dengan mempergunakan jenis pancing rawe dasar harapannya bisa memperoleh tangkapan yang banyak,” papar Mukmin salah satu nelayan di Muara Piluk Bakauheni saat ditemui Cendana News, Kamis petang (19/4/2018)

Sekali melaut Mukmin bersama tiga rekannya, Erwin dan Hadi menyebut dapat memperoleh hasil sekitar Rp3 juta. Ikan jenis kerapu dan kakap dijual dengan harga Rp45.000 per kilogram dengan hasil tangkapan bisa mencapai beberapa keranjang.

Menggunakan pancing rawe dasar sebanyak 1.500 buah lebih ia rata-rata memperoleh beragam jenis ikan yang dijual ke pengepul ikan. Harga yang cukup baik pada jenis ikan laut tangkapan nelayan seiring dengan kebutuhan sejumlah rumah makan penyedia kuliner ikan laut.

“Sebagian pengepul menjadi langganan kami untuk membeli hasil tangkapan kami sehingga kami bisa memperoleh penghasilan dari melaut,” papar Mukmin.

Nelayan bagan congkel, Lukman, menyebut bulan gelap selain menguntungkan dalam pencarian ikan karang juga bagus untuk pencarian ikan pelagis.

menyiapkan umpan
Erwin menyiapkan umpan untuk memancing dengan sistem rawe dasar [Foto: Henk Widi]
Lukman menyebutkan, selain memperoleh tangkapan cumi dan teri jengki sejumlah nelayan memperoleh tangkapan ikan japu, selar dan ikan kembung.

Saat ini harga teri jengki di tingkat pengepul mencapai Rp180.000 per keranjang dengan berat sekitar 15 kilogram. Sejumlah nelayan disebutnya memperoleh hasil tangkapan berkisar 100 keranjang dengan hasil Rp1,8juta.

Selain tangkapan teri jenis ikan lain yang ditangkap di antaranya ikan kembung, tongkol dengan harga berkisar Rp25.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

“Fase bulan gelap ini menjadi kesempatan bagi nelayan memperoleh hasil tangkapan nanti saat Purnama kami istirahat,”papar Lukman.

Wilayah penangkapan ikan nelayan Bakauheni di antaranya di dekat Pulau Sangiang, Pulau Kandang Balak hingga ke Kepulauan Krakatau. Sejumlah nelayan menyesuaikan stok bahan bakar solar berangkat sore dan akan pulang pagi hari berikutnya untuk mendaratkan ikan hasil tangkapan.

Tempat pendaratan ikan Muara Piluk menjadi lokasi transaksi pembelian ikan dari nelayan sebagian untuk kebutuhan pasar lokal dan dikirim ke Jakarta dan Banten.