FKWA Gencar Kampanyekan Pelestarian Mata Air

244
Ilustrasi -Dok: CDN

YOGYAKARTA – Forum Komunikasi Winongo Asri sebagai salah satu kelompok penggiat sungai di Sungai Winongo Kota Yogyakarta menggencarkan kampanye pelestarian mata air dengan membuat film.

“Selain untuk memperingati Hari Air Sedunia, pembuatan film ini juga ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keberadaan mata air di Sungai Winongo,” kata Ketua Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) Kota Yogyakarta, Oleg Yohan, di Yogyakarta, Senin (2/4/2018).

Menurut dia, di sepanjang Sungai Winongo terdapat sekitar 50 mata air dan sebagian besar dalam kondisi baik. Namun, ancaman terhadap kelestarian mata air tetap terjadi, terutama akibat kegiatan pembangunan.

Ia mencontohkan, salah satu mata air yang terancam kelestariannya adalah mata air Daengan yang berada di Gedongkiwo. “Kelestariannya terancam akibat pembangunan tebing dengan tidak memperhatikan, bahwa di daerah tersebut ada mata air. Padahal, sudah ada papan nama yang terpasang,” katanya.

Mata air tersebut, lanjut Oleg, dipercaya memiliki sejarah yang panjang, yaitu digunakan oleh kerabat keraton untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, termasuk untuk mandi.

“Kami berharap, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Baru satu ini yang kami deteksi terancam kelestariannya,” katanya.

Untuk mata air lain, lanjut Oleg, sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan, seperti yang dilakukan warga di Bumijo dengan “Banyu Bening Winongo” (B2W).

Sementara itu, film yang akan digunakan sebagai iklan layanan masyarakat untuk mendukung kampanye pelestarian mata air tersebut rencananya akan segera memasuki pengambilan gambar pekan ini.

“Pesan utama dari kampanye ini adalah tinggalkan mata air untuk anak cucu kita, bukan air mata,” kata Oleg.

Ia berharap, pelestarian mata air akan mendukung kelestarian ekosistem di sepanjang Sungai Winongo, karena FKWA menargetkan sungai tersebut akan menjadi salah satu tujuan wisata di Yogyakarta pada 2030. (Ant)

Baca Juga
Tangkal Hama, Petani Didorong Lakukan Gerakan Pena... KULON PROGO --- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan Yogyakarta mendorong petani Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Isti...
KPH Dibangun Untuk Selamatkan Hutan Kritis YOGYAKARTA - Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ida Bagus Putera Prathama, mengat...
Pancaroba, BPBD Masih Salurkan Bantuan Air BANTUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah kesu...
Lacak Balak, Upaya Melacak Asal Kayu YOGYAKARTA - Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) melakukan kegiatan uji coba pendataan po...
Pembangunan Peternakan Ayam di Gunung Sewu, Dihent... GUNUNGKIDUL --- Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghentikan sementara kegiatan pembangunan usaha ternak ayam yang dijal...
DLH Yogyakarta Upayakan Pengurangan Volume Sampah YOGYAKARTA  - Upaya pengurangan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, ...
Pembangunan Peternakan Ayam di Geopark Gunung Sewu... GUNUNGKIDUL --- Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan melakukan kajian atas masuknya investasi peternakan ayam di kawasan...