Gelar IAA 2018, YSRI Angkat Komikus

Editor: Mahadeva WS

1.026

JAKARTA – Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI) bekerjasama dengan PT. Gudang Garam Tbk menggelar Indonesia Art Award (IAA).  Hj. Siti Hediati Haryadi atau lebih dikenal dengan Titiek Soeharto, putri Presiden HM Soeharto,  merupakan Ketua Umum YSRI  menjadi penasehat dan anggota dewan juri AAI yang diketuai oleh pengamat seni rupa, Jim Supangkat.

“Ini untuk ketiga kalinya kita Yayasan Seni Rupa Indonesia kerjasama dengan PT. Gudang Garam Tbk untuk menggelar program Gudang Garam Indonesia Art Award,” kata Titiek Soeharto saat membuka pameran komik Gudang Garam Indonesia Art Award 2018 di Galeri Nasional Indonesia, Senin (2/4/2018).

Perempuan kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 14 April 1959 yang lahir pada saat Pak Harto menjabat sebagai Panglima TT-IV/Diponegoro itu menerangkan, gelaran Gudang Garam Indonesia Art Award 2018 mengambil tema Dunia Komik, Bahasa Budaya Cerita Gambar. “Karena kami ingin mengangkat komikus-komikus Indonesia yang selama ini kurang diperhatikan,” tandasnya.

Titiek Soeharto (Foto Akhmad Sekhu)

Dari kejasama yang dilakukan selama ini cenderung untuk kegiatan pameran komik. Tapi kali ini mengangkat komikusnya. Dari proses penjaringan didapatkan 350 komik yang setelah diseleksi ada 129 komik yang dipamerkan. Karya yang didapatkan bukan  hanya dari meme yang disebut Titiek Soeharto lebih sering berkesan negatif.

“Kita angkat komikus berbakat yang ternyata banyak peminatnya, yang punya folower begitu sangat banyak bisa mencapai 200 ribu. Mereka punya komunitas sendiri. Masyarakat tidak melihat itu,“ papar anggota DPR RI yang waktu kecilnya suka dengan komik Si Buta dari Goa Hantu tersebut.

Titiek Soeharto menyampaikan gelaran IAA 2018 menampilkan komikus yang selama ini lebih banyak di belakang layar dan tidak dikenal masyarakat. Dengan pameran yang digelar, diharapkannya, masyarakat hadir untuk menyaksikan sendiri karya-karya komikus yang bagus-bagus. “Bakat harus dilanjutlkan, diteruskan, terutama untuk menyampaikan pesan visual dengan bahasa yang positif,“ pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...