banner lebaran

Harga Bawang Merah di Banda Aceh Naik

290
Bawang merah -Dok: CDN

BANDA ACEH – Harga bawang merah yang dijual pedagang pasar tradisional di Kota Banda Aceh, mengalami kenaikan. Kondisi tersebut diduga akibat pasokan ke pedagangan yang mengalami pengurangan.

Kepala Seksi Persediaan Barang Pokok, Stabilitas Harga dan Pengawasan Barang Bersubsidi Banda Aceh, Dara Karina menyebut, di awal pekan ini harga bawang merah di Banda Aceh naik menjadi Rp35.000 per kilogram. Kenaikan tersebut diperoleh dari hasil pemantauan harga berbagai kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional yang dilakukan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Banda Aceh.

Dari pemantauan tersebut, harga bawang merah lokal melonjak tajam hingga 25 persen dari harga sepekan sebelumnya. Sementara harga bawang merah dari luar daerah terpantau stabil Rp18.000 per kilogram. Sedangkan harga bawang putih turun dari harga Rp40.000 per kilogram pada pekan sebelumnya, menjadi Rp35.000 per kilogram di awal pekan ini.

“Bawang merah masuk ke Aceh jumlahnya terbatas, sedangkan permintaan tetap. Lazimnya dipengaruhi faktor gagal panen, dan transportasi yang terlambat,” jelas Dara, Senin (16/4/2018).

Dari penelusuran yang dilakukan, rerata harga barang-barang kebutuhan pokok dari hasil pertanian mengalami penurunan. Harga cabai merah kerinting dijual Rp35.000 per kilogram atau turun 12,5 persen. Cabai merah biasa, dan cabai rawit masing-masing turun 11 persen atau menjadi Rp40.000 per kilogram dan kacang kedelai lokal turun 16 persen menjadi Rp10.000 per kilogram.

“Kalau beras kualitas premium, stabil Rp13.500 per kilogram. Cuma beras kualitas medium yang mengalami kenaikan sedikit sekira 3,33 persen menjadi Rp9.300 per kilogram,” tambah Dara.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Banda Aceh, Nasri Sufi menyebut, pihaknya sedang mengintensifkan pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan bahan menjelang puasa. Pemantauan dilakukan  di 13 pasar tradisional yang ada di Banda Aceh.

Dari catatan Nasri,  berbagai kebutuhan pokok di Banda Aceh dipasok oleh sembilan distributor di Aceh. “Selain sembilan pemasok itu, Bulog juga tetap menangani kebutuhan pokok di Aceh. Terutama jelang Ramadan agar harga di pasaran tetap stabil. Itu, wajib dilakukan Bulog,” kata dia.

Dibagian lain Nasri menyebut, Pemerintah Kota Banda Aceh sedang berupaya menurunkan harga bawang putih agar bisa di bawah Rp30.000 per kilogram. Hal itu mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang telah menerbitkan rekomendasi impor produk hortikultura dengan komoditas bawang putih sebesar 450.000 ton.

Tercatat, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI) sekitar 200.000 ton komoditas bawang putih kepada 13 perusahaan importir. Pekan ini di sejumlah pasar tradisional Banda Aceh terpantau, harga bawang putih masih di kisaran Rp35.000 per kilogram dan sudah mengalami penurunan 12,5 persen dibanding pekan lalu.

“Harga masih belum sesuai dengan keinginan pemerintah. Ini mirip seperti tahun lalu, sebelum Ramadan. Utusan Kemendag langsung turun ke pasar, melakukan koordinasi dengan pedagang dan Bulog. Untuk bawang putih, memang tidak ada patokan harga. Tapi, pemerintah pusat terus menekan harga. Barang yang pedagang jual di Banda Aceh, semuanya di pasok dari luar kota,” tutur Nasri.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita akhir bulan lalu menyebut, harga bawang putih di pasaran belum turun seperti yang diinginkan pemerintah, yakni Rp25.000 per kilogram. Pemerintah berupaya menurunkan harga bawang putih dengan mengeluarkan izin impor komoditas itu dengan total yang direkomendasikan 450 ribu ton. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.