banner lebaran

Harga Komoditas Naik, NTP di Sumbar Malah Turun

Editor: Irvan Syafari

246
Kepala BPS Sumatera Barat Sukardi-Foto: M. Noli Hendra.

PADANG — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat Sukardi mengatakan, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2018 tercatat sebesar 94,83 persen atau turun 0,77 persen.

Ia menyebutkan, pada Maret lalu, NTP masing-masing subsektor sebesar 89,86 persen untuk sektor tanaman pangan, 83,05 persen untuk subsektor holtikultura, 100,32 persen untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat, 101,94 untuk subsektor peternakan, dan 108,54 untuk subsektor perikanan.

“Yangk kami lihat, NTP ini trennya lagi turun, dan itu jika dikakulasikan dari tahun ke tahun, NTP terus mengalami turun. Padahal kalau dijumpai di lapangan, malah harga komoditas naik di pasar,” ujarnya, Senin (2/4/2018).

Menurutnya, seharusnya jika NTP turun, maka harga komoditas di pasar tidak akan mahal, atau artinya harga yang dijual petani murah kepada pengumpul. Tapi, bagaimana kondisi komoditas di pasar mahal, BPS menyatakan hal tersebut juga perlu dikaji di lapangan terlebih dahulu.

Saat ini untuk harga komoditas seperti bawang merah untuk ukuran kecil itu mencapai Rp20.000 per kilogram. Biasanya hanya berada di angka Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Sedangkan untuk ukuran sedang, kini harga bawang merah itu bisa Rp30.000 per kilogram, yang biasanya hanya Rp18.000 per kilogram.

Lalu untuk cabai merah, harganya telah mencapai hingga Rp50.000 per kilogram. Kalau melihat dari biasanya, harga cabai merah tidak melebihi dari harga Rp30.000 per kilogram.

Penyebab, kenaikan harga komoditas ini disebutkan oleh pedagang di Pasar Raya Padang, Riki, akibat dari belum masuknya masa panen bawang merah yang ada di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, yang juga merupakan sentra bawang merah di Sumatera Barat.

“Kemungkinan harga bawang ini akan terus naik, seiring terus menipisnya stok bawang untuk dijual.” katanya.

Ia mengaku persoalan kenaikan harga bawang merah juga disebabkan akan masuknya bulan Ramadan. Kondisi kenaikan harga komoditas di sejumlah pasar menjelang Ramadhan sudah menjadi momen bagi para pedagang.

Namun untuk mengantisipasi persoalan ini, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sumatera Barat belum bisa memberikan penjelasan. Persoalannya, melihat pada Ramadan sebelumnya, pihak Bulog telah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi persoalan kenaikan harga komoditas tersebut.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.