banner lebaran

Irwan: TTI Mudahkan Masyarakat Beli Hasil Panen Petani

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

300

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan ada sebanyak 40 Toko Tani Indonesia (TTI) di Sumatera Barat yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Sementara untuk pusatnya berada di Kantor Dinas Pangan Sumatera Barat tepatnya di Kota Padang.

Irwan menyebutkan, ke depan pihaknya akan menambah hingga ke Gedung Inflasi di Bypass Padang yang sekaligus menjadi pusat TTI. Ia mengakui, dengan adanya TTI di Sumatera Barat belum sempurna.

“Dengan adanya TTI dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan juga petani,” sebutnya saat meresmikan Toko Tani Indonesia Center di Padang, Selasa (3/4/2018).

Disebutkan, TTI yang ada di Kantor Dinas Pangan dibuka setiap hari Selasa hingga Jumat mulai pagi hingga jam dua siang.

Menurutnya, melalui TTI itu akan mendapatkan manfaat tidak hanya bagi masyarakat tapi juga bagi petani untuk memasarkan hasil panen kebunnya.

Di TTI juga menjual sejumlah komoditas dengan harga lebih murah dari pasar, seperti cabe merah Rp50.000 per kilogramnya, cabe hijau Rp38.000 per kg, jengkol Rp28.000 per kg, dan bawang merah Rp25.000 per kg, serta sejumlah komoditas lainnya.

“Jika merasa merasa harga yang dijual di TTI harap hubungi Dinas Pangan, akan kita tindak lanjuti. Karena hadirnya TTI ini untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan harga yang murah,” ujarnya.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno/Foto: M. Noli Hendra

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Sumatera Barat Effendi mengatakan pedagang yang ada di TTI merupakan para gabungan kelompok tani yang ada di Sumatera Barat. Komoditas yang dijual merupakan hasil panen yang dari kebun para petani sehingga beragam.

“Selain komoditas, kita juga menyediakan tempat untuk memenuhi kebutuhan yakni minyak goreng seperti yang dijual oleh Minang Mart di TTI,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Kepala Bidang Distribusi Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Inti Pertiwi Naswari menjelaskan pada tahun 2018 ini, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian mengucurkan dana untuk merealisasikan TTI di 20 provinsi. Setiap provinsi mendapat bantuan Rp250 juta.

TTI merupakan program untuk memudahkan masyarakat membeli komoditas pangan utama maupun strategis, dengan harga murah. Sebab produk yang dijajakan di TTIC langsung berasal dari petani.

“Jadi TTI ini konsepnya memotong rantai distribusi. Produksi petani dijual disini, sehingga masyarakat dapat harga murah dibanding harga pasar,” katanya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.