Jalan Rusak Jadi Kendala Pengusaha Ekspedisi di Lampung

Editor: Irvan Syafari

390

LAMPUNG — Sejumlah pemilik usaha ekspedisi di Lampung mengeluhkan kerusakan jalan yang terjadi di sejumlah titik jalan provinsi. Di antaranya, Mulyadi (38), salah satu pengemudi truk warna kuning bernomor polisi BE 9849 D asal Ketapang.

Truk yang bermuatan barang kelontong yang dikemudikannya terguling di titik jalan Desa Tetaan kecamatan Penengahan tak jauh dari jembatan perbatasan Kecamatan Penengahan dan Ketapang.

Mulyadi mengaku beruntung dalam insiden truk terguling tersebut, yang tidak menimbulkan korban jiwa. Namun truk itu mengalami kerusakan, teurtama pada bagian roda. Dia mengingatkan, terdapat puluhan titik jalan bergelombang, berlubang di sepanjang jalur alternatif Penengahan Ketapang tersebut merupakan ruas jalan provinsi.

“Kami para pengemudi sudah berusaha jalan sangat pelan namun akibat jalan amblas dan bergelombang membuat truk terguling padahal muatan juga hanya ringan barang kelontong,” ujar Mulyadi kepada Cendana News seusai evakuasi kendaraan truk terguling miliknya, Selasa (17/4/2018).

Dampak kerusakan jalan di ruas jalan provinsi tersebut sudah sangat dirasakan bagi pemilik usaha ekspedisi. Selain waktu tempuh yang lama dengan jarak sekitar 9 kilometer dari simpang lima ke Jalan Lintas Sumatera, kerugian material juga dialami oleh para pengemudi.

Mulyadi mengatakan, akibat kendaraan yang terguling ia dan sejumlah pengemudi harus mengeluarkan biaya ekstra untuk evakuasi serta uang keamanan.

Biaya operasional yang membengkak tersebut menurut Mulyadi, sebetulnya bisa ditekan jika akses jalan tersebut diperbaiki. Perbaikan jalan di dekat akses Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tersebut hanya dilakukan pemerintah provinsi Lampung hampir sepanjang dua kilometer di Desa Sripendowo dengan rigid beton.

Ia berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh di ruas jalan tersebut agar memudahkan masyarakat dan pemilik usaha ekspedisi.

Akibat truk yang terguling dengan muatan sekitar satu ton berupa makanan ringan, rokok dan minuman ringan muatan terpaksa dipindah ke truk kecil bernomor polisi BE 9812 BA.

Mulyadi bahkan harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah melebihi biaya operasional ratusan ribu, jika tanpa insiden truk terguling. Belasan truk lain yang memiliki tujuan ke Bandarlampung memberi solidaritas dengan iuran untuk meringankan beban pengemudi truk terguling.

“Meski biaya operasional ditanggung prusahaan, namun sesama sopir memiliki solidaritas saat ada yang tertimpa musibah,” ujar dia.

Kerusakan akses jalan didominasi jalan berlubang, bergelombang sangat dirasakan juga oleh Santoso (40). Sebagai pengurus jasa ekspedisi ia mengaku sudah ada puluhan kendaraan yang mengalami kerusakan.

Meski akses jalan rusak sejumlah pengemudi mengaku tidak menggunakan akses Jalan lintas Timur karena jarak yang lebih jauh sekitar 30 kilometer. Santoso menyebut, untuk setiap kerusakan atau insiden kecelakaan akan dilaporkan ke perusahaan.

“Tugas pengurus jasa ekspedisi diantaranya menyeberangkan kendaraan ke kapal,sebagian untuk mengurus jika ada insiden kecelakaan seperti saat ini,” beber dia.

Santoso mengatakan, kerusakan jalan berimbas pada penyedia jasa ekpedisi dan pemilik usaha lain. Pemilik usaha pertanian jenis jagung yang akan dikirim ke salah satu perusahaan pengolah jagung bahkan kerap mengalami kerusakan pada kendaraan. Santoso dan pemilik usaha berharap instansi terkait segera memperhatikan kondisi kerusakan jalan tersebut dengan melakukan perbaikan.

Awak kendaraan mengumpulkan tumpahan solar yang tumpah akibat truk terguling -Foto: Henk Widi.

Pantauan Cendana News sejumlah pengemudi lain tampak membantu truk yang terguling dengan mengumpulkan solar yang tumpah. Lalu lintas di ruas Desa Tetaan terpaksa dilakukan sistem buka tutup akibat kendaraan truk satu partai angkutan ekspedisi berjajar di sepanjang tempat kejadian.

Baca Juga
Lihat juga...