Kalimantan Selatan Bangga Jadi Icon HUT ke-43 TMII

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

443

JAKARTA — Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor mengucap syukur, Kalsel menjadi icon (maskot) pada perayaan Pekan HUT ke 43 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang bertema” Taman Mini Indonesia Wajah Budaya Indonesia : Seni Diusung, Budaya Dijunjung, Banua Bauntung”.

Menurutnya, hal ini suatu kehormatan dan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat dan pemerintahan Kalsel.

“Sebagai icon, kami kesempatan yang untuk memperkenalkan keragaman dan kekayaan budaya di Kalsel,” kata Sahbirin dalam sambutannya pada Puncak Pekan HUT ke-43 TMII di Theater Garuda TMII, Jakarta, Jumat (20/4/2018) sore.

Dia berharap pagelaran seni dan budaya dari Kalsel yang ditampilkan pada puncak perayaan HUT ke 43 TMII menjadi hiburan bagi rakyat Indonesia. Sekaligus dapat memperkaya kebudayaan dan kesenian Indonesia.

Dijelaskan Sahbirin, untuk diketahui, provinsi Kalsel adalah provinsi tertua di Kalimantan yang terdiri dari 2 kota dan 11 kabupaten dengan jumlah penduduk sekitar 4,1 juta jiwa. Berbagai suku, agama, ada istiadat dan budaya mewarnai kehidupan masyarakat.

Di bumi perjuangan Pangeran Antasari ini, lanjut dia, selain suku Dayak dan Suku banjar juga ada Jawa, Madura, Batak dan berbagai suku lainnya. Mereka dilahirkan dalam ragam kebudayaan, hidup rukun dan damai.

“Jika ingin melihat miniatur warna warni kerukunan, kedamaian dan keragaman Indonesia maka tengoklah Kalsel,” tegas Sahbirin.

Menurutnya, keragaman seni budaya di Kalsel sudah ada sejak ratusan tahun silam. Nuansa Islam sangat mewarnai adat budaya masyarakat karena hadir sejak berdirinya Kerajaan Banjar pada 24 September 1526.

Sebagai catatan juga pengetahuan, tambah dia, Kalsel dengan Ibukota Banjarmasin itu lebih tua dari Jakarta.

“Kalau hari ini Banjarmasin HUT ke 491, maka DKI Jakarta ke 490. Berarti Banjar satu tahun lebih tua dari DKI Jakarta,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata Sahbirin, pihaknya terus memelihara seni dan budaya agar tetap jaya di era kehidupan modern ini. Secara berkelanjutan kongres budaya Banjar diselenggarakan.

Kegiatan tersebut adalah cara Kalsel untuk mempetahankan, melestarikan, dan mewariskan pengetahuan kesenian dan kebudayaan dari generasi ke generasi berikutnya.

Insha Allah Kalsel akan terus mempetahankan budaya dan tradisi untuk memperkaya kebudayaan nusantara,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...