Kapolda DIY Minta Suporter PSIM dan PSS Akur

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

405
Brigjen Pol Ahmad Dofiri, Kapolda DIY. Foto: Ist

YOGYAKARTA — Kompetisi Liga 2 bakal bergulir dalam hitungan hari. Bagi pecinta sepakbola di DIY, kompetisi ini cukup menarik karena bakal mempertandingkan partai panas antara dua klub, PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman.

Dalam beberapa musim terakhir, PSIM dan PSS sempat ditempatkan dalam grup berbeda mengingat rivalitas yang cukup panas antar keduanya. Namun musim ini, kedua tim kembali tergabung dalam grup yang sama, yakni di wilayah timur.

Tak hanya itu, pada awalnya, kedua tim dijadwalkan bentrok di pekan pertama kompetisi. Namun jadwal laga kemudian direvisi sehingga duel bertajuk ‘Derby Mataram’ baru akan terjadi pada pekan ke-10.

Kendati demikian, Kepolisian Daerah (Polda) DIY melakukan langkah preventif dengan mengumpulkan kelompok suporter kedua tim, panpel, hingga manajemen. Polda DIY ingin memastikan laga di wilayah DIY berlangsung aman tanpa ada bentrokan maupun gesekan antarsuporter.

“Ada nanti yang main derby antara PSIM dan PSS. Kita tahu bersama dalam sejarahnya kedua klub, terutama suporternya selalu gontok-gontokan,” ucap Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri, Kamis (19/4/2018).

Menurut Kapolda, pihaknya sengaja mempertemukan kedua pihak karena meyakini semuanya memiliki semangat dan niat untuk bisa akur.

“Siapa yang mau, nonton ke stadion tapi dijegat di tengah jalan. Jadi mari kita niati bersama, ikrarkan diri masing-masing beritikad baik,” katanya.

Kapolda berharap pertemuan yang difasilitasi Polda mendapat atensi dari kedua pihak. Jika dikemudian hari tetap terjadi bentrokan, akan menjadi bahan pertimbangan dari sisi keamanan.

“Kami tidak bisa hentikan pertandingan karena itu ranahnya panpel, tapi jadi pertimbangan dari sisi keamanan,” terangnya.

Kapolda menambahkan, pertemuan kedua tim dan kelompok suporternya termasuk sebagai langkah antisipasi menghindari sebaran berita hoak yang cukup marak. Sebab, tensi yang cukup tinggi rawan disusupi oknum untuk memperkeruh suasana.

“Jangan sampai nanti ada berita hoax penusukan di mana, padahal tidak ada apa-apa. Makanya, sekarang kita pertemukan, nomor kontak kita catat juga agar memudahkan koordinasi jika terjadi sesuatu. Jangan sampai terkena informasi hoax,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...