Kelompok Tunas Harapan Sikka Produksi Pangan Lokal Kemasan

Editor: Irvan Syafari

367

MAUMERE — Sebuah kelompok pemuda di Desa Egon, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka memberi contoh mengisi waktu dengan kreativitas. Kelompok yang menamakan dirinya Tunas Harapan mengangkat potensi pangan lokal di desanya menjadi komoditas yang bisa dipasarkan tidak saja di tingkat desa, tetapi juga seluruh Kabupaten Sikka, bahkan ke luar dari kabupaten.

“Banyak pangan lokal yang ada di desa kami. Kami beruntung adan pelatihan yang diberikan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka. Hasil pelatihan itu kami mulai membentuk kelompok dan mengembangkan produk pangan lokal,” sebut Ketua Kelompk Tunas Harapan Stevania Reginaldi, Kamis (19/4/2018).

Dara yang karib disapa Neldi menuturkan, Kelompok Tunas Harapan terdiri atas 20 orang anak muda yang memproduksi keripik pisang, rempeyek, pisang molen,emping jagung, pisang keju, nugget pisang dan timus.

“Semua produk sudah kami kemas dalam kemasan plastik, sebab kami sudah memiliki mesin pengemasan yang dibantu oleh Disnakertrans Kabuapaten Sikka. Hasil produksi kami jual di kios-kios di Kecamatan Waigete serta di Kota Maumere.

Bendahara kelompok Tunas Harapan ini menambahkan, pihaknya mulai melakukan produksi sejak 23 November 2017 dan hingga kini produk yang dihasilkan sudah mulai digemari pembeli dan mulai laris.

Sementara itu, Maria Oviana Neang anggota kelompok lainnya mengungkapkan, untuk bahan baku pihaknya tidak mengalami kesulitan sebab semua bahan baku bisa diperoleh di desa mereka dan harganya pun tidak terlalu mahal.

“Dengan usaha ini kami juga bisa membeli hasil kebun dari petani di desa kami sehingga mereka juga bisa mendapatkan keuntungan.Keripik pisang dijual dengan harga 7 ribu rupiah dan 10 ribu rupiah sementara rempeyek dijual seharga 20 ribu rupiah,” terangnya.

Modal pertama kata Oviana, diperoleh dari Disnakertrans tapi setelah mulai berproduksi keuntungannya disisihkan untuk dijadikan modal. Kendala modal sudah bisa teratasi dan kelompoknya mulai berencana mengembangkan usaha jadi lebih besar.

Produk keripik pisang dan rempeyek yang dihasilkan kelompok anak muda desa Egon Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka-Foto : Ebed de Rosary.

“Kami mendapat pelatihan untuk pengolahan pangan lokal hingga proses pengemasannya. Modal dan bahan baku termasuk mesin pengepakan awalnya dibantu Disnakertrans Sikka,” terangnya.

Baca Juga
Lihat juga...